Connect with us

Didampingi Sekcam Dan Koordinator Pakandatto,Camat Ujung Tanah Turun Langsung Ke Lokasi Kebakaran Cambayya

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said., S.IP. M.SI di dampingi Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi. S.STP. MM bersama Lurah Cambaya Andi Rosniati. S.Sos dan Satpol PP Kecamatan Turun Langsung di lokasi kebakaran, Jl. Barukang Utara .Lr. 15 Kelurahan Cambaya Kecamatan Ujung Tanah , Kota Makassar. Jumat.08/09/2023.

Kehadiran Camat Ibrahim di lokasi kebakaran sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya dan bentuk tanggung jawab sebagai pemimpin yang selalu berada di tengah tengah masyarakat baik suka maupun duka

Beruntung pada peristiwa tersebut api dapat dipadamkan dengan cepat oleh Damkar dibantu warga setempat, sehingga api tidak tersebar luas.

Setelah api berhasil dipadamkan Camat. Ibrahim didampingi Sekcam Amanda, menyampaikan rasa Terimakasih kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan warga yang turut membantu memadamka Api.

Pada kesempatan itu Camat Ibrahim mengingatkan kepada warga agar selalu waspada terhadap bahaya kebakaran di musim kemarau ini

Cukup ini jadi pelajaran, waspadaki terhadap bahaya kebakaran. Terutama bagi ibu ibu jangan lupa matikan kompornya jika hendak meninggalkan rumah dan perhatikan barang elektronikta sebaiknya dicabut jika tidak digunakan lagi,

Hingga berita ini diterbitkan penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui dan pada peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending