Connect with us

Di Malam Pesta Rakyat, Camat Panakkukang Launching 3 Program Inovasi Sekaligus Membuka Pekan UMKM

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Pemerintah Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan menggelar kegiatan pesta rakyat di Pelataran Mal Panakkukang Jalan Pengayoman Kelurahan Masale, Jumat (18/8/2023) malam.

Turut hadir di pesta rakyat tersebut para tamu undangan diantaranya para Anggota DPRD Dapil IV Kota Makassar Kasrudi, Azwar, Tripika Kecamatan Panakkukang, Staf Ahli Walikota Aryati Puspasari, Ketua KNPI Kota Makassar Hasrul Kaharuddin, para Lurah se-Kecamatan Panakkukang, para Kepala Puskesmas Wilayah Panakkukang, Ketua TP PKK Kecamatan Panakkukang, para Ketua TP PKK Kelurahan, para Ketua LPM Kelurahan serta para Pj. Ketua RT/RW dan Tokoh Masyarakat Kelurahan se-Kecamatan Panakkukang.

Sementara itu Walikota Makassar Danny Pomanto bersama unsur Forkopimda hadir melalui Zoom Meeting, diketahui perayaan pesta rakyat ini serentak dilaksanakan di 15 Kecamatan se-Kota Makassar.

Dengan mengusung konsep tema Terus Melaju Indonesia Maju, Camat Panakkukang Andi Pangerang Nur Akbar mempersembahkan konsep yang berbeda dalam perayaan Pesta Rakyat di tahun ini.

Di tahun ini dibawah kepemimpinannya bersama Sekcam Panakkukang Abdul Muis, Pemerintah Kecamatan Panakkukang melaunching 3 program inovasi.

Dalam sambutannya Camat Eang sapaanya mengungkapkan 3 program inovasi tersebut diantaranya adalah Aplikasi Sikarannuang, Urban Farming Community dan Bank Sampah RW Community.

“Aplikasi Sikarannuang ini hadir untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan bagi masyarakat cukup melalui handphone administrasi pengurusan warga dapat di selesaikan tanpa perlu bertemu pejabat dan bisa diantarkan dimana warga tersebut berada bekerja sama dengan platform ojek online” ujarnya.

Sementara itu konsep inovasi Urban Farming Community, Camat Eang menyatukan para Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Tani di seluruh Lorong Wisata yang ada untuk berkolaborasi menciptakan urban farming-urban farming yang baru dengan memanfaatkan lahan yang kosong menjadi lahan yang prduktif dan hasilnya tentu dapat dirasakan bagi masyrakat.

Dan untuk inovasi Bank Sampah RW Community, Camat Panakkukang membuat gebrakam dengan mengajak para Ketua RW Kelurahan se-Kecamatan Panakkukang untuk mengelola bank sampah, tentunya jika sampah dikelola dengan baik akan menguranhi sampah hingga dapar bernilai ekonomis.

Selain itu di Malam Pesta Rakyat tersebut Camat Panakkukang bersama Tripika, Ketua KNPI Kota Makassar, Sekcam Panakkukang dan Ketua TP PKK Kecamatan Panakkukang menabuh gong sebagai pertanda di bukanya secara resmi kegiatan Pekan UMKM Kecamatan Panakkukang.

Diketahui Pemerintah Kecamatan Panakkukang juga memberikan ruang bagi para pelaku UMKM dengan menghadirkan stand-stand bagi UMKM untuk berjualan di Pelataran Mall Panakkukang. Kegiatan Pekan UMKM Kecamatan Panakkukang ini dilaksanakan mulai tanggal 19-25 Agustus.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending