Connect with us

Momentum Hari Bhayangkara, Pemkot Makassar, TNI-Polri Wujudkan Kondusifitas Kawal Tahun Politik

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama jajaran Polrestabes Makassar dan TNI bertekad mewujudkan kondusifitas Kota Makassar menuju tahun politik 2024.

“Tentunya TNI-Polri dan Pemerintah Kota Makassar adalah kunci sinergitas menjaga kondusifitas Makassar,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto di sela-sela menghadiri kegiatan Olahraga Bersama TNI-POLRI dan Pemkot dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77, di Anjungan Pantai Losari, Selasa, (30/05/2023).

Apalagi, kata Danny Pomanto, pihaknya sudah menambah fasilitas cctv yang sudah mencapai 5.000-an cctv di lorong-lorong. Termasuk bakal menganggarkan 2.000-an cctv lagi pada tahun ini.

Pun, untuk memantau kondisi Makassar lebih detail, timnya tengah mempersiapkan pemasangan war room kualitas terbaru.

“Akhir tahun ini juga kita akan memasang command center atau war room terbaru untuk memonitor lebih detail dengan kualitas gambar 8K,” ucap Danny.

Olehnya, dengan teknologi makin membantu kinerja TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas di Makassar.

Sinergi ini juga menjadi hal utama untuk mempersiapkan diri dalam event nasional dan internasional di Makassar, seperti Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 yang akan dihadiri sekitar 50 negara sahabat pada 5-8 Juni, mendatang.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan melalui olahraga bersama ini makin menguatkan soliditas antara Polri-TNI juga Pemkot Makassar.

Dirinya juga berterimakasih kepada Pemkot Makassar karena sudah mensupport acara ini hingga berjalan sukses.

Dia juga mengharapkan semua lini dan elemen masyarakat bisa sinergi dengan TNI, Polri, dan Pemkot Makassar agar keamanan, ketertiban di Makassar selalu kondusif.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Implementasi Program Nyata, Sidrap Era Syaharuddin Alrif Tunjukkan Penurunan Kemiskinan Signifikan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Implementasi program pro rakyat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif menunjukkan hasil nyata. Kabupaten penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan itu berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulsel.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan pada September 2025, Kabupaten Sidrap menempati posisi ketiga terendah tingkat kemiskinan dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel. Persentase penduduk miskin di Sidrap tercatat sebesar 4,91 persen, hanya berada di bawah Kota Makassar (4,43 persen) dan Kota Parepare (4,44 persen).

Capaian ini diraih pada masa kepemimpinan pasangan Syaharuddin Alrif–Nurkanaah yang resmi memimpin Kabupaten Sidrap sejak 20 Februari 2025 lalu.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini kabar gembira bagi Kabupaten Sidrap. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat,” ujar Syaharuddin Alrif.

Ia menambahkan, sejak awal pemerintahannya berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan, petani, dan pelaku usaha kecil.

Pengamat pemerintahan, Dr. Andi Fadli, menilai keberhasilan Sidrap menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari kemampuan kepala daerah dalam mengimplementasikan program secara konsisten dan terukur.

“Capaian yang diraih Sidrap saat ini di bawah nahkoda H. Syaharuddin Alrif tidak datang secara instan. Program-program yang dijanjikan kepada masyarakat mampu dijabarkan dengan baik dalam kebijakan nyata. Hasilnya terlihat jelas, kemiskinan menurun dan Sidrap tumbuh menjadi kabupaten dengan pencapaian yang signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Andi Fadli menyoroti kemajuan Sidrap di berbagai sektor pembangunan, dengan sektor pertanian sebagai penopang utama. Sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan, Sidrap dinilai berhasil menjaga produktivitas pertanian melalui penguatan irigasi, bantuan sarana produksi, pendampingan petani, serta kepastian distribusi hasil panen.

Selain pertanian, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan juga menunjukkan perbaikan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan capaian ini, Kabupaten Sidrap kian mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pembangunan yang efektif di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi contoh bahwa program pro rakyat yang terimplementasi dengan baik mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Continue Reading

Trending