Connect with us

Bertajuk Sidatu Miciko, Diskop Makassar Garap Pengembangan Potensi Data Koperasi dan UMKM Berbasis Aplikasi

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar kembali helat Pengembangan Potensi Data Koperasi dan UMKM  bagi Enumerator Data aplikasi database Koperasi dan UKM “Sidatu Miciko” dari 153 Kelurahan, Senin 15 Mei 2023.

Sidatu Miciko adalah Sistem Informasi Data Terpadu Usaha Mikro Kecil dan Koperasi yang dikembangkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar yang akan menjadi tolak ukur penentuan kebijakan serta menjadi acuan dalam menjalankan Program Prioritas yang sementara dalam proses pengembangan seperti Inkubator Center UMKM, Tettere, dan lainnya.

Pada kesempatannya Bapak Kepala Dinas Muhammad Rheza, S.STP didampingi Ibu Kepala Bidang Pendidikan dan Penyuluhan membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan kepada peserta Kegiatan yang berasal dari 153 kelurahan dan terbagi menjadi 3 angkatan berlangsung mulai tanggal 15 sampai 17 Mei 2023 ini.

Bapak Kepala Dinas menyampaikan pentingnya data dalam penentuan kebijakan serta menjadi dasar dalam pelaksanaan program prioritas sehingga diperlukan perhatian dan kerja yang ekstra bagi enumerator.

Beliau juga menyampaikan untuk membantu Dinas Koperasi dan UKM dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang kegiatan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan terutama terkait program Inkubator UMKM.

Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dan evaluasi terkait penginputan data dari Enumerator Kelurahan setelah menggunakan aplikasi tersebut, mendengarkan langsung hambatan apa saja yang di hadapi oleh enumerator dan apa saja kendala dalam menjalankan aplikasi ini.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Implementasi Program Nyata, Sidrap Era Syaharuddin Alrif Tunjukkan Penurunan Kemiskinan Signifikan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Implementasi program pro rakyat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif menunjukkan hasil nyata. Kabupaten penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan itu berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulsel.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan pada September 2025, Kabupaten Sidrap menempati posisi ketiga terendah tingkat kemiskinan dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel. Persentase penduduk miskin di Sidrap tercatat sebesar 4,91 persen, hanya berada di bawah Kota Makassar (4,43 persen) dan Kota Parepare (4,44 persen).

Capaian ini diraih pada masa kepemimpinan pasangan Syaharuddin Alrif–Nurkanaah yang resmi memimpin Kabupaten Sidrap sejak 20 Februari 2025 lalu.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini kabar gembira bagi Kabupaten Sidrap. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat,” ujar Syaharuddin Alrif.

Ia menambahkan, sejak awal pemerintahannya berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan, petani, dan pelaku usaha kecil.

Pengamat pemerintahan, Dr. Andi Fadli, menilai keberhasilan Sidrap menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari kemampuan kepala daerah dalam mengimplementasikan program secara konsisten dan terukur.

“Capaian yang diraih Sidrap saat ini di bawah nahkoda H. Syaharuddin Alrif tidak datang secara instan. Program-program yang dijanjikan kepada masyarakat mampu dijabarkan dengan baik dalam kebijakan nyata. Hasilnya terlihat jelas, kemiskinan menurun dan Sidrap tumbuh menjadi kabupaten dengan pencapaian yang signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Andi Fadli menyoroti kemajuan Sidrap di berbagai sektor pembangunan, dengan sektor pertanian sebagai penopang utama. Sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan, Sidrap dinilai berhasil menjaga produktivitas pertanian melalui penguatan irigasi, bantuan sarana produksi, pendampingan petani, serta kepastian distribusi hasil panen.

Selain pertanian, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan juga menunjukkan perbaikan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan capaian ini, Kabupaten Sidrap kian mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pembangunan yang efektif di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi contoh bahwa program pro rakyat yang terimplementasi dengan baik mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Continue Reading

Trending