Rakor FKP Hasil Pendataan Awal Regsosek, Danny Pomanto Instruksikan Camat-Lurah Turun Langsung Bantu BPS
Kitasulsel—Makassar—Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menginstruksikan camat hingga lurah untuk ikut membantu Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan dalam menyukseskan program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Hal itu disampaikan Wali Kota Danny Pomanto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Konsultasi Publik (FKP) Hasil Pendataan Awal Regsosek 2022, di Ruang Sipakatau Kantor Balai Kota, Selasa (18/04/2023).
Rakor tersebut dihadiri Sekda Makassar M Ansar, Plt Kepala Dinsos Armin Paera, Kepala Bappeda Helmy Budiman, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ismawaty Nur, dan seluruh camat-lurah se-Kota Makassar.
Danny Pomanto mengatakan data mempunyai peran penting bagi pemerintah untuk membuat sebuah keputusan. Data yang tidak akurat akan menghasilkan keputusan yang bias.
“Camat, Lurah RT/RW, dan Dewan Lorong saya minta bantu BPS. Apa yang menjadi misi BPS merupakan misi kita juga karena kita usernya, kita penggunanya,” kata Danny Pomanto.
Pada beberapa kesempatan, Danny Pomanto selalu menggunakan data BPS setiap presentasi. Mulai dari data IPM, pengangguran, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga rasio gini.
“Saya setiap presentasi selalu melihat performa kita melalui data. IPM kita naik secara signifikan, angka pengangguran kita turun, kemiskinan pun juga turun,” ujarnya.
Kepala BPS Sulsel Ariyanto memberikan apresiasi kepada Wali Kota Danny Pomanto karena turut mendukung program Regsosek. Salah satunya menjadi responden pendataan awal Regsosek.
“Termasuk Rakor FKP Hasil Pendataan Awal Regsosek hari ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah kota,” tutur Aryanto.
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Implementasi Program Nyata, Sidrap Era Syaharuddin Alrif Tunjukkan Penurunan Kemiskinan Signifikan
KITASULSEL—SIDRAP – Implementasi program pro rakyat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif menunjukkan hasil nyata. Kabupaten penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan itu berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulsel.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan pada September 2025, Kabupaten Sidrap menempati posisi ketiga terendah tingkat kemiskinan dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel. Persentase penduduk miskin di Sidrap tercatat sebesar 4,91 persen, hanya berada di bawah Kota Makassar (4,43 persen) dan Kota Parepare (4,44 persen).
Capaian ini diraih pada masa kepemimpinan pasangan Syaharuddin Alrif–Nurkanaah yang resmi memimpin Kabupaten Sidrap sejak 20 Februari 2025 lalu.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen daerah.
“Alhamdulillah, ini kabar gembira bagi Kabupaten Sidrap. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat,” ujar Syaharuddin Alrif.
Ia menambahkan, sejak awal pemerintahannya berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan, petani, dan pelaku usaha kecil.
Pengamat pemerintahan, Dr. Andi Fadli, menilai keberhasilan Sidrap menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari kemampuan kepala daerah dalam mengimplementasikan program secara konsisten dan terukur.
“Capaian yang diraih Sidrap saat ini di bawah nahkoda H. Syaharuddin Alrif tidak datang secara instan. Program-program yang dijanjikan kepada masyarakat mampu dijabarkan dengan baik dalam kebijakan nyata. Hasilnya terlihat jelas, kemiskinan menurun dan Sidrap tumbuh menjadi kabupaten dengan pencapaian yang signifikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Andi Fadli menyoroti kemajuan Sidrap di berbagai sektor pembangunan, dengan sektor pertanian sebagai penopang utama. Sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan, Sidrap dinilai berhasil menjaga produktivitas pertanian melalui penguatan irigasi, bantuan sarana produksi, pendampingan petani, serta kepastian distribusi hasil panen.
Selain pertanian, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan juga menunjukkan perbaikan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan capaian ini, Kabupaten Sidrap kian mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pembangunan yang efektif di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi contoh bahwa program pro rakyat yang terimplementasi dengan baik mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
-
Nasional8 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login