Connect with us

Serap Aspirasi Rakyat, William Anggota DPRD Makassar Gelar Reses di Kelurahan Cambaya

Published

on

Kitasulsel–Makassar–Walaupun cuaca hujan namun anggota DPRD Kota Makassar, William, SE., tetap hadir guna menyerap aspirasi masyarakat dengan menggelar reses di Kelurahan Cambaya Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (11/4/2023) pada sore hari.

Pelaksanaan Reses kedua masa sidang kedua tahun sidang 2022/2023 dihadiri oleh ratusan warga serta Lurah Cambaya, Andi Rosmiati S.Sos didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cambaya.

Saat memberikan sambutan di depan ratusan warga Kelurahan Cambaya, William SE mengatakan, saya ucapkan terimakasih atas kehadiran warga, RT, RW, Tokoh masyarakat serta Bu Lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, ” ucap William.

“Selaku anggota DPRD Makassar saya menggelar reses mendatangi warga guna mendengar langsung uneg-uneg warga. Selanjutnya aspirasi masyarakat akan kami ajukan pada rapat paripurna, ” ujar William.

Saat diskusi dengan warga, ada beberapa usulan warga diantaranya permintaan bantuan rehabilitasi Masjid terapung, yang langsung direspon, pak William memberikan sejumlah uang kepada Tokoh masyarakat untuk biaya rehabilitasi Masjid.

Selanjutnya ada juga warga yang usulkan adanya penerangan jalan di lorong-lorong, ini juga langsung direspon oleh pak William, dirinya akan menyuruh orang agar Minggu ini sudah terpasang tiga titik mata lampu di RW 03 Kelurahan Cambaya.

Warga yang ikuti reses secara spontan applaus dan mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan yang langsung direspon oleh pak William anggota DPRD Makassar dari PDIP.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending