Connect with us

Sabtu Sehat, Fatmawati Rusdi Senam Bersama Staf Kelurahan Malimongan Baru

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Mengawali akhir pekan Sabtu Pagi, Wakil Wali Kota Makassar bersama Lurah Malimongan Baru, Sudirman, para pegawai kelurahan dan masyarakat sekitar melakukan senam sehat bersama di depan Kantor Lurah Malimongan Baru, Sabtu (18/03/2023).

Dipimpin oleh instruktur senam, Fatmawati Rusdi bersama seluruh pegawai terlihat antusias mengikuti gerakan senam jantung sehat.

“Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, kita semua berharap dapat memasuki bulan suci Ramadan dengan raga dan jiwa yang sehat, sehingga segala kegiatan ibadah kita nantinya dilancarkan,” ujarnya.

Menambah semangat para peserta senam, Fatmawati Rusdi pun membagikan suvenir bagi peserta dengan gerakan senam terbaik, menambah kehebohan peserta senam.

Selepas senam bersama, Fatmawati Rusdi berbaur bersama seluruh pegawai kelurahan dan sarapan bersama menikmati santapan yang disajikan oleh Lurah Malimongan Baru.

Lurah Malimongan Baru, Sudirman, menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Wakil Wali Kota Makassar untuk hadir di tengah masyarakat, memberi semangat dan mengalirkan aura positif untuk terus aktif, sebagai upaya peningkatan taraf kesehatan masyarakat.

“Kegiatan senam jantung sehat rutin kita laksanakan setiap Sabtu, kehadiran ibu wakil wali kota menjadi penyemangat bagi kita tentunya,” ujarnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending