Connect with us

Seleksi Calon Paskibraka Sidrap Masuki Tahap TWK

Published

on

Kitasulsel, Sidrap — Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidrap tahun 2023 memasuki tahap tes wawasan kebangsaan (TWK), Jumat (17/3/2023).

Tes berlangsung di Ruang CAT (computer assisted test) Lantai III Kantor Bupati Sidrap. Kegiatan diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Purna Paskibraka Sidrap.

Kabid Kesatuan Bangsa Sidrap, Mustamir Menca menjelaskan, terdapat 61 calon paskibraka yang mengikuti tes wawasan kebangsaan tersebut.

“Terdiri dari 30 putra dan 31 putri dari tingkat SMA, SMK, dan MA,” jelasnya.

Dipaparkannya, peserta TWK diberi 20 pertanyaan dengan durasi 60 menit. TWK tersebut, imbuhnya, bertujuan mengukur pengetahuan peserta terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta kemampuan mereka mengimplementasikan nasionalisme.

“Nantinya yang lulus di TWK ini akan lanjut ke tes intelegensi umum (TIU),” tutupnya.

Sebagai informasi, 61 peserta TWK ini sebelumnya telah melalui tahapan seleksi berkas atau adminsitrasi, serta seleksi parade.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending