Connect with us

YARI Kembali Gelar Jalan Sehat, Udhin Leaders Bakal Tampil Menghibur Ribuan Peserta

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Jalan Sehat Anak Rakyat yang digelar Yayasan Anak Rakyat Indonesia (YARI) di Kecamatan Panakkukang pada hari Minggu 12 Maret mendatang bakal berbeda dari tiga rangkaian jalan sehat sebelumnya.

Panitian Pelaksana, Muhammad Akbar Supriadi mengatakan jalan sehat anak rakyat di Kecamatan Panakkukang akan tampil lebih menghibur. Penyanyi ternama Udhin Leaders akan tampil menghibur peserta jalan sehat dengan sejumlah lagu terbaiknya, salah satunya Punna Sirikku Latappela dan Angngai Taningai.

“Jadi untuk kegiatan jalan sehat anak rakyat di Kecamatan Panakkukang bakal lebih seru dengan hadirinya penyanyi legendaris lagu-lagu Makassar Udhin Leaders,”Kata Muhammad Akbar Supriadi yang ditemui di Posko Panitia Jalan Sehat Anak Rakyat, Jalan AP Petarani,Jumat 10/3/2023.

Akbar menambahkan selain Udhin Leaders, pihaknya juga tetap menghadirkan artis bintang pantura 3 Azizah. Dua penyanyi itu akan bersatu di atas panggung jalan sehat. ” kehadiran mereka merupakan permintaan dari masyarakat dan peserta jalan sehat,”ujar Alumni UIN Alauddin Makassar itu.

Selain itu, lokasi jalan sehat di Kecamatan Panakkukang juga berbeda dari sebelumnya, jika tiga kegiatan sebelumnya digelar di pemukiman penduduk, kini digelar di pusat Kota Makassar tepatnya di Jalan Boulevard yang di kelilingi oleh kawasan pusat bisnis.

“Lokasinya pas didepan Hotel Denpasar Jalan Boulevard, tapi rute yang dilalui oleh peserta jalan sehat bersama Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo selaku Founder Yayasan Anak Rakyat Indonesia (YARI) tetap sama dengan jalan sehat sebelumnya dengan melewati pemukiman warga, lorong-lorong, dan tentunya melewati lorong wisata,”jelas Akbar sapaan akrabnya.

Olehnya itu, Akbar mengajak masyarakat Kecamatan Panakkukang untuk hadir dikegiatan jalan sehat anak rakyat. Selain tampil dengan berbagai hiburan, juga disiapkan hadiah utama satu paket umrah dan satu unit motor dan puluhan hadiah menarik lainnya.

“Ayo warga Panakkukang, ramaikan Jalan Sehat Anak Rakyat, Insya Allah dapat sehatnya dan bawa pulang hadiahnya,”tutup Akbar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Festival Tani Ternak 2026 Resmi Dibuka, Transaksi Malam Pembukaan Tembus Rp1,2 Miliar

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Festival Tani Ternak 2026 resmi dibuka di Pelataran Monumen Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (10/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sidrap ini langsung mencatat capaian menggembirakan, dengan nilai transaksi pada malam pembukaan menembus Rp1,2miliar,Nilai kurang lebih 1,2 Milliar tersebut meliputi penjualan 2 unit alat alsintan.

Menariknya, festival yang mempertemukan pelaku usaha, petani, dan peternak ini terselenggara tanpa dukungan anggaran dari APBD. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di sektor pertanian dan peternakan Sidrap.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sidrap, Patahangi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Tani Ternak sempat diragukan karena tidak tersedianya anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), baik di Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, maupun Bagian Perekonomian.

“Awalnya kami ditanya oleh Bapak Bupati, apakah ada anggaran untuk kegiatan ini. Setelah dibahas dalam rapat, ternyata tidak ada anggaran sama sekali. Bahkan biaya Tudang Sipulung tahun lalu sebesar Rp80 juta, tahun ini hanya tersedia Rp35 juta,” ungkapnya.

Untuk memastikan kebutuhan riil, panitia kemudian melibatkan event organizer (EO). Dari hasil perhitungan, total kebutuhan anggaran kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Kondisi tersebut sempat membuat panitia pesimis, mengingat selama ini kegiatan pameran umumnya dibiayai pemerintah.

Namun setelah melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Sidrap, panitia justru mendapatkan dorongan kuat. Bupati mengarahkan agar seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian dan peternakan dikumpulkan untuk menyukseskan kegiatan secara gotong royong.

“Atas arahan Bapak Bupati, kami mengundang seluruh stakeholder di rumah jabatan dan menyepakati pembuatan proposal. Pendaftaran peserta dibuka 1–4 Februari, dengan syarat minimal 30 peserta agar kegiatan bisa terlaksana,” jelas Patahangi.

Setiap peserta dikenakan kontribusi Rp3 juta per stan. Berkat dukungan penuh Bupati Sidrap, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, serta jajaran terkait yang memiliki jejaring luas, jumlah peserta justru melampaui target.

“Alhamdulillah, target 30 peserta tercapai bahkan menjadi 36 peserta. Kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan APBD,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Festival Tani Ternak 2026 menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang jika dilandasi keyakinan dan kolaborasi. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi petani dan peternak dalam mendukung program peningkatan indeks pertanaman (IP) 300 ke depan.

Sementara itu, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menyebut Festival Tani Ternak sebagai kegiatan “out of the box” karena mampu dilaksanakan tanpa anggaran pemerintah, namun tetap memberikan dampak ekonomi nyata.

“Biasanya pemerintah bikin acara itu ada anggarannya. Tapi ini tanpa anggaran, panitia bisa melaksanakan karena kita saling membantu dalam satu ekosistem usaha,” ujarnya.

Syaharuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mengawal kebijakan peningkatan produksi pertanian dan peternakan. Pemerintah berperan menyiapkan regulasi, ilmu, dan teknologi, sementara pengusaha menyediakan sarana, dan petani menjadi ujung tombak produksi.

“Hasil keringat petani dan peternak Sidrap bukan hanya memberi makan Sulawesi Selatan, tapi juga seluruh Indonesia,” tegasnya.

Ia memaparkan, hasil ternak Sidrap telah dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua, Nusa Tenggara, hingga Pulau Jawa. Sinergi pemerintah, pengusaha, dan petani terbukti membuahkan hasil nyata.

Sepanjang satu tahun terakhir, produksi jagung Sidrap mencapai sekitar 109 ribu ton atau meningkat 3,3 persen. Produksi telur dari sekitar 5 juta ekor ayam meningkat 26 persen, dengan total produksi lebih dari 53 ribu ton dan nilai ekonomi sekitar Rp1,4 triliun.

Selain itu, sektor padi dan beras juga menunjukkan tren positif. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap mencapai 8 persen pada kuartal III, sementara angka kemiskinan menurun lebih dari 4 persen. Peningkatan di sektor kesehatan dan pendidikan turut mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Inilah hasil kerja kita bersama selama satu tahun. Pemerintah dan masyarakat Sidrap patut diberi tepuk tangan,” pungkas Bupati.

Continue Reading

Trending