Connect with us

Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Terdampak Angin Puting Beliung di Bone

Published

on

Kitasulsel—Bone—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak bencana alam angin puting beliung di Kabupaten Bone.

Dari laporan Tagana Dinas Sosial Kabupaten Bone, angin puting beliung disertai hujan deras terjadi pada Rabu (8/3/2023) di sebagian wilayah Bone. Mengakibatkan 16 rumah dan  1 masjid rusak di Dusun Belawae, Desa Ajangpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.

Adapun 4 rumah warga yang rusak berat dan 12 qlLQrumah warga yang mengalami ringan.

Bantuan buffer stok logistik Dinas Sosial Provinsi Sulsel disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bone kepada korban terdampak rumah yang rusak.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, “bantuan buffer stok Pemprov Sulsel telah disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten untuk korban terdampak angin puting beliung di Bone,” katanya, Jum’at (10/3/2023).

Dirinya pun berharap, bantuan ini dapat bermanfaat untuk korban terdampak yang rumahnya rusak. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS Sulsel: 1 dari 5 Rumah Tangga Miliki Mobil, Sidrap Tertinggi 27,38 Persen

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa satu dari lima rumah tangga di Sulsel telah memiliki mobil atau kendaraan roda empat/lebih. Data tersebut menunjukkan adanya disparitas tingkat kepemilikan kendaraan antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, hingga karakteristik wilayah.

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi di Sulsel, yakni mencapai 27,38 persen. Artinya, lebih dari seperempat rumah tangga di daerah tersebut telah memiliki kendaraan roda empat.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo dengan persentase 27,08 persen, disusul Luwu Timur sebesar 24,18 persen. Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan di Sulsel berada di peringkat keempat dengan tingkat kepemilikan mobil sebesar 23,16 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bahkan di kota terbesar sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.

Pada kelompok menengah, tingkat kepemilikan mobil berada di kisaran 18 hingga 22 persen. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Soppeng, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.

Di sisi lain, sejumlah wilayah masih mencatatkan angka kepemilikan mobil di bawah 15 persen. Kabupaten Jeneponto menjadi daerah dengan tingkat kepemilikan terendah, yakni 10,67 persen. Disusul Takalar sebesar 11,45 persen dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Ini berarti, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari satu dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.

Data BPS ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, kualitas infrastruktur, serta kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah. Di banyak wilayah Sulsel, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat sehari-hari.

Perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan ini juga dapat menjadi indikator daya beli masyarakat sekaligus gambaran perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menjadikan data tersebut sebagai rujukan dalam perencanaan kebijakan transportasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Continue Reading

Trending