Connect with us

Sat Binmas Polres Sidrap Kunjungi Ponpes di Hari Pertama Operasi Bina Kusuma Lipu 2023,

Published

on

Kitasulsel,Sidrap — Operasi Kepolisian dengan Sandi Operasi Bina Kusuma Lipu 2023 yang di gelar Polres Sidrap kali ini menyasar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Wahid Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap. Rabu (08/03/2023)

Kegiatan Ops Bina Kusuma yang di gelar jajaran Polres Sidrap ini guna mencegah tidak terjadinya pemalakan, premanisme, dan penyakit masyarakat lainnya.

Guna mendukung kegiatan operasi tersebut berjalan dengan baik, Kasat Binmas Polres Sidrap AKP Syarifuddin. HMT bersama anggota yang terlibat Ops Bina Kusuma melaksanakan giat penyuluhan di pondok pesantren

Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah. S.I.K melalui Kasat Binmas AKP Syarifuddin. HMT saat di konfirmasi mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren memang menjadi salah satu sasaran dalam pelaksanaan Ops Bina Kusuma hari ini.

“Namun dalam pelaksanaannya dengan melakukan upaya preventif atau pencegahan, jadi dalam pelaksanaannya Sat Binmas Polres Sidrap memberikan penyuluhan dan menghimbau kepada santri dan santriwati agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dengan menekan tindak pidana jalanan, premanisme dan penyakit masyarakat lainnya”, ungkap AKP Syarifuddin.

Di akhir kegiatan AKP Syarifuddin. HMT menyerahkan sarana kontak berupa bola voli kepada salah satu perwakilan pelajar santri. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Tenaga Ahli Menag RI Lepas Jemaah Umrah Kloter 2 Sidrap, Pesan Kesehatan dan Kebersamaan Menguat di Tanah Suci

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jemaah umrah Kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/04/2026). Langkah penuh harap para jemaah mengiringi perjalanan suci mereka menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sebelum terbang ke Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz.

Pelepasan tersebut dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. Bunyamin, yang memberikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan mental dan fisik.

“Kesehatan adalah faktor utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Ini adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi prima, terutama menjelang puncak haji di Armuzna,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah padatnya rangkaian ibadah, jemaah diharapkan saling menjaga satu sama lain. Kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar dan penuh keberkahan.

“Sesama jemaah harus saling mengingatkan, saling peduli, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di Tanah Suci, kita adalah keluarga,” tambahnya.

Sebagai pelaksana teknis Armuzna pada musim haji 2025, Dr. Bunyamin turut berbagi pengalaman lapangan yang sarat makna. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar jemaah sering kali bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga menjaga ketenangan batin di tengah jutaan manusia yang berkumpul dalam satu tujuan yang sama.

Di sisi lain, Founder Annur Maarif yang juga menjadi pembina KBIHU bagi jemaah Sidrap, Dr. Bunyamin, menyampaikan harapan tulusnya agar perjalanan ini menjadi ibadah terbaik sepanjang hidup para jemaah.

“Semoga ini menjadi perjalanan ibadah yang penuh makna dan menjadi titik balik kehidupan spiritual kita semua,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa Tim Annur akan selalu hadir mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Dengan kemampuan bahasa Arab yang dimiliki, tim siap membantu komunikasi dengan petugas haji maupun pihak syarikah di Arab Saudi.

“Jangan ragu untuk berkomunikasi. Kami akan selalu ada di sekitar jemaah,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh kehangatan dalam balutan bahasa lokal yang akrab di hati jemaah.

“Salama ki lao lisu, saya juga akan bersama dengan jemaah semua pada jelang pelaksanaan puncak haji,” tutupnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perjalanan, tetapi menjadi awal dari perjalanan ruhani yang panjang—tentang harapan, ketulusan, dan kerinduan untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta. Di balik koper-koper yang dibawa, tersimpan doa-doa yang ingin dipanjatkan, dan di balik langkah kaki yang berangkat, ada hati yang berharap pulang dengan jiwa yang lebih bersih.

Continue Reading

Trending