Danny Pomanto Saling Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura
Kitasulsel, Singapura--Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali mengikuti materi Lessons from the COVID-19 Pandemic atau Pembelajaran dari pandemi covid dalam program Capacity Building RISING pada hari kedua, Selasa, 7 Maret di Singapura.
Diskursus itu memaparkan beberapa sub tema yakni bagaimana respon pemerintah Singapura terhadap covid, inovasi dan teknologinya.
Di sela-sela penerimaan materi itu Danny Pomanto juga saling sharing mengenai upaya Pemkot Makassar dalam memulihkan kondisi terutama ekonomi masyarakat.
Danny Pomanto menjelaskan salah satu upaya itu yakni inovasi memperkuat ekonomi masyarakat dari lorong-lorong atau lorong wisata (longwis). Olehnya masyarakat perlahan bangkit.
“Kita selalu melibatkan masyarakat untuk membangun ekonomi pascacovid. Terutama dari lorong-lorong karena ekonomi makro dan mikro itu sebuah sistem jadi Pemkot mengintervensi pembangunan ekonomi masyarakat dimulai dari lorong-lorong,” kata Danny Pomanto, di sela-sela acara, di Kampus Civil Service College (CSC) Singapura.
Sementara itu, Deputy Director (Medical Services) Kementrian Kesehatan Singapura, Dr Derrick Heng memaparkan beberapa hal dalam tema itu di antaranya, cara Singapura dalam penanganan pascacovid, menerapkan teknologi dan inovasi dalam mengatasi masalah pascacovid.
Di samping itu, upaya Singapura dalam berkolaborasi dengan dunia internasional dalam menghandle itu.
Selain itu, pada sesi kedua kemarin, Danny Pomanto bersama delapan kepala daerah berdiskusi mengenai peran pemerintah, komunitas dan masyarakat untuk peduli terhadap kejadian pascakrisis covid.
Selanjutnya, pemateri pada sesi ketiga Deputy Director Futures, Strategy and Plans Division Ministry of Trade and Industry Ms Yap Zi Jing membeberkan mengenai transformasi industri Singapura dalam hal perencanaan ekonomi Singapura pada masa depan dan bagaimana implementasinya. (*)
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Ledakan Event di Sidrap Dongkrak Ekonomi Lokal, Investor Besar Mulai Melirik
KITASULSEL—SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tengah menunjukkan geliat baru sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi daerah di Sulawesi Selatan. Di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, kalender event di Bumi Nene Mallomo kini kembali padat dengan berbagai agenda berskala regional hingga nasional, yang berdampak langsung pada kebangkitan sektor usaha lokal.
Hanya dalam waktu satu tahun sejak memimpin, Syaharuddin Alrif—yang akrab disapa SAR—dinilai berhasil menghidupkan kembali event-event bergengsi yang sempat meredup. Berbagai kegiatan pemerintahan, festival budaya, expo UMKM, hingga agenda olahraga dan keagamaan kini rutin digelar di Sidrap, menciptakan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Padatnya agenda kegiatan tersebut membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, kuliner, hingga sektor perhotelan yang selama ini cenderung lesu dibanding kota-kota besar seperti Makassar. Tingkat hunian hotel yang sebelumnya stagnan, kini mulai mengalami peningkatan signifikan seiring meningkatnya arus kunjungan ke Sidrap.
Fenomena ini membuka mata banyak pihak bahwa Sidrap memiliki potensi ekonomi yang besar, bukan hanya di sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi identitas utamanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga di sektor jasa dan pariwisata event.
Bahkan, geliat baru ekonomi Sidrap telah menarik perhatian investor besar. Grup Bosowa, salah satu konglomerasi nasional terkemuka, disebut telah melihat peluang strategis tersebut. Melalui pendekatan personal dan diplomasi investasi yang kerap dilakukan Syaharuddin Alrif dalam berbagai forum informal, Co-Founder Bosowa Group Aksa Mahmud dikabarkan berencana menghadirkan hotel berbintang di Sidrap dalam waktu dekat.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap masa depan ekonomi Sidrap.
Di mata banyak kalangan, kepemimpinan Syaharuddin Alrif tidak berhenti pada peran administratif sebagai kepala daerah. Ia tampil sebagai figur yang aktif memasarkan daerahnya sendiri. Dengan kerendahan hati, rasa bangga, dan keyakinan penuh terhadap potensi Sidrap, SAR kerap menjadi “marketing utama” bagi Bumi Nene Mallomo—mempromosikan peluang investasi, memperkenalkan potensi lokal, hingga meyakinkan mitra bisnis nasional untuk melirik Sidrap.
Pendekatan itulah yang dinilai menjadi kekuatan khas kepemimpinannya: membangun daerah bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga lewat jejaring, komunikasi, dan keberanian menjual potensi daerah ke tingkat yang lebih luas.
Kini, Sidrap tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah agraris penghasil pangan dan lumbung penghafal Al-Qur’an. Di tangan Syaharuddin Alrif, Sidrap sedang bergerak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan di Sulawesi Selatan.
-
Nasional10 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login