Naoemi Octarina Optimistis Hasil Kerajinan Sulsel Bisa Menembus Pasar Global
Kitasulsel—Jakarta—Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menaruh harapan yang cukup besar pada pelaksanaan Inacraft 2023, dimana Sulsel terpilih menjadi ikon pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut. Ia optimistis, hasil kerajinan Sulsel bisa menembus pasar global.
“Inacraft ini ajang internasional. Dan Sulawesi Selatan bisa menjadi ikon, dengan proses yang cukup panjang. Karena itu, ajang ini harus dimanfaatkan untuk memasarkan produk-produk kita,” kata Naoemi, di sela pelaksanaan Inacraft 2023 di Jakarta, Kamis, 2 Maret 2023.
Melibatkan 24 kabupaten kota yang membawa lima produk unggulannya masing-masing, Naoemi juga berharap agar para pengrajin dan pemerintah daerah di Sulsel bisa belajar dari daerah lain, bagaimana meningkatkan kualitas produk kerajinan mereka.
“Kita berharap, kualitas kerajinan kita yang saat ini sudah baik, bisa lebih baik lagi dan diminati pasar dunia,” ujarnya.
Diketahui, Inacraf 2023 ini menjadi pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara. Pameran ini dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang mewakili Presiden Jokowi.
Lebih dari seratus produk unggulan Sulsel dihadirkan pada pameran ini. Selain itu, kuliner asal Sulsel juga diperkenalkan kepada para pengunjung pameran.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Bupati dan Wali Kota se Sulsel, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Kota se Sulsel, juga hadir pada pameran yang diselenggarakan 1 – 5 Maret 2023 ini. (*)
NEWS
Pelayanan PLN Dua Pitue Disorot Warga Sidrap,Rumah Kayu diminta Gunakan Trafo -3 Pas
KITASULSEL—SIDRAP – Kualitas pelayanan PT PLN (Persero) Ranting Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, kembali menjadi sorotan. Warga menilai pasokan listrik yang tidak stabil menunjukkan lemahnya respons dan penanganan teknis dari pihak penyedia layanan listrik negara tersebut.
Keluhan datang dari Muhajir, warga Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riawa, yang mengaku mengalami dampak langsung akibat kondisi listrik yang kerap bermasalah. Tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, gangguan listrik juga berdampak serius pada usaha produktif yang menjadi sumber penghasilannya.
“Listrik sering drop, bahkan mati hidup sendiri. Ini sangat mengganggu, apalagi usaha las dan peternakan saya sangat bergantung pada listrik yang stabil,” ungkapnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Muhajir, persoalan ini sudah berulang kali dilaporkan. Bahkan, ia telah mengikuti berbagai saran teknis dari pihak PLN, termasuk melakukan penambahan daya listrik secara bertahap hingga mencapai 11.000 VA. Namun, kondisi tersebut tidak membawa perubahan signifikan.
“Sudah tiga kali tambah daya, tapi tetap saja tidak ada perbaikan. Ini jelas bukan lagi masalah di rumah, tapi di jaringan mereka,” tegasnya.
Kondisi listrik yang tidak stabil juga berdampak pada kerusakan peralatan elektronik milik warga. Muhajir menyebut AC dan kulkas di rumahnya mengalami penurunan fungsi akibat tegangan listrik yang naik turun secara tidak normal.
“Sudah diservis, tapi kalau listrik masih seperti ini, kerusakan akan terus berulang. Ini kerugian yang nyata,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain di sekitar lokasi. Sejumlah rumah tangga dilaporkan mengalami kerusakan perangkat elektronik, terutama kulkas, akibat fluktuasi tegangan listrik yang tidak terkendali.
Yang menjadi perhatian utama warga adalah minimnya tindak lanjut dari pihak PLN. Muhajir mengungkapkan bahwa sebelumnya PLN Ranting Dua Pitue sempat menjanjikan penggantian trafo sejak bulan Ramadhan. Namun hingga kini, janji tersebut belum juga direalisasikan.
“Sudah dijanjikan ganti trafo, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan. Ini yang membuat kami kecewa. Seolah laporan masyarakat tidak menjadi prioritas,” katanya.
Situasi ini memunculkan kritik terhadap kinerja dan profesionalisme PT PLN (Persero) dalam memberikan layanan dasar kepada masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, khususnya bagi pelaku usaha kecil, ketidakstabilan pasokan dinilai sebagai bentuk kelalaian yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus merugikan masyarakat, bahkan berpotensi mematikan usaha-usaha kecil yang bergantung pada keandalan listrik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PLN (Persero) Ranting Dua Pitue belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga, termasuk soal rencana penggantian trafo yang sebelumnya telah dijanjikan.
-
Nasional10 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login