Danny Terima Kunjungan KPU Lakukan Coklit Update dan Verifikasi Pemilih Resmi
Kitasulsel—Makassar—Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) KPU Kota Makassar menyambangi kediaman pribadi Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, Selasa (28/02/2023).
Kunjungannya ini dalam rangka untuk melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih untuk pelaksanaan Pemilu tahun 2024.
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih ini sangat penting untuk melakukan verifikasi dan memastikan data pemilih yang akurat dan mutakhir.
“Hari ini saya resmi menempelkan stiker tentang jumlah pemilih yang ada di rumah ini, istilahnya Coklit. Ini sebuah usaha memverifikasi dan mengupdate jumlah pemilih yang ada di Kota Makassar,” ucap Danny.
Danny sendiri mengapresiasi semangat dari KPU Makassar untuk menjaga suara masyarakat bukan hanya pada saat pencoblosan namun sebelum Pemilu, KPU berupaya untuk mengupdate data jumlah wajib pilih di Kota Makassar.
Danny menjelaskan di kediamannya terdapat lima wajib pilih. Namun, ada tambahan satu orang.
“Di sini ada lima, ada enam sebenarnya. Saya coba cek lagi satu karena ada tambahan satu anggota. Saya kira ada mekanisme diupdate. Inilah dengan Coklit begini. Orang pindah, orang meninggal itu tercatat langsung di lapangan. Fakta langsung database,” ujarnya.
Tak lupa Danny mengimbau seluruh warga Kota Makassar untuk ikut serta mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan tahapan Coklit data pemilih.
“Mari kita ikut aktif program Coklit ini karena dengan program inilah bisa dicek dan diupdate jumlah wajib pilih. Saya kira kita harus jaga hak suara kita dan kita harus terus aktif dalam Pemilihan Umum, karena itu adalah hak demokrasi kita yang sangat hakiki yaitu menyalurkan hak politik kita di bilik suara,” harapnya.
Sementara, Komisioner KPU Makassar, Endang Sari menambahkan Coklit sendiri merupakan salah satu tahapan kegiatan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dengan menemui pemilih secara langsung dari rumah ke rumah.
Hasil kerja Pantarlih ini menunjukkan kualitas data pemilih nanti. Untuk itu, Endang berharap tim Pantarlih dapat melaksanakan kegiatan Coklit dengan penuh tanggung jawab sesuai regulasi.
“Kita kawal dan awasi jalannya Coklit ini. Tugas kami mensukseskan pesta demokrasi ini karena suara masyarakat penentu masa depan sebuah kota,” pungkasnya.
FEATURE
Dari Skeptis Menjadi Harapan: Perjalanan Sunyi Program Lansia Ibas–Puspa
KITASULSEL—LUWUTIMUR—Di ufuk timur Kabupaten Luwu Timur di tanah yang dikenal dengan sebutan Bumi Batara Guru, sebuah janji pernah diucapkan dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan. Janji itu sederhana: menghadirkan negara lebih dekat bagi para orang tua—mereka yang rambutnya telah memutih, langkahnya mulai pelan, namun doa-doanya tak pernah berhenti menguatkan daerah ini.
Di awal kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler, program tersebut tak sepenuhnya disambut tepuk tangan. Sebaliknya, ia lebih sering disambut keraguan.
“Mustahil.”
“Bertentangan dengan regulasi.”
“Tidak realistis untuk kemampuan fiskal daerah.”
Begitulah suara-suara yang beredar.
Namun bagi Irwan, niat baik adalah kompas. Ia berulang kali menyampaikan kepada jajaran birokrasi dan masyarakat: “Luruskan niat untuk kesejahteraan rakyat. Soal jalan dan rintangannya, biarkan ikhtiar dan doa yang bekerja.”
Yang membuat publik perlahan terdiam adalah waktu.
Belum genap empat bulan pasca pelantikan, langkah-langkah teknis mulai dijalankan. Pendataan lansia diperbarui. Validasi by name by address diperketat. Sinkronisasi dengan dinas sosial, desa, hingga RT/RW dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Tak ada gegap gempita.
Tak ada seremoni berlebihan.
Yang ada hanyalah rapat-rapat panjang, diskusi anggaran, penyesuaian regulasi, dan penyusunan skema agar program ini tidak menabrak aturan, melainkan berdiri kokoh di atasnya.
Program yang semula dianggap bertentangan dengan banyak hal, perlahan menemukan bentuknya. Skema bantuan sosial bagi lansia kurang mampu dirancang lebih terstruktur. Mekanisme pencairan diperjelas. Pendampingan diperkuat. Pemerintah desa dilibatkan aktif agar tidak ada lansia yang tercecer.
Irwan dan Puspawati memilih menjawab skeptisisme bukan dengan perdebatan, melainkan dengan konsistensi.
Satu tahun berjalan, program ini tak lagi menjadi wacana. Ia telah menjadi kenyataan yang dirasakan.
Ada lansia yang kini bisa membeli obat tanpa harus menunggu kiriman anaknya.
Ada yang tak lagi merasa sendiri karena perhatian pemerintah hadir menyapa.
Ada yang tersenyum karena merasa dihargai, bukan dilupakan.
Di beranda-beranda rumah panggung, di desa-desa pesisir, di wilayah pegunungan hingga perkebunan, “Lutim Peduli Lansia” menjadi cerita hangat yang beredar dari mulut ke mulut.
Di tengah gaung visi besar “Juara” yang dikumandangkan di seluruh pelosok Bumi Batara Guru, program lansia ini justru menjadi sisi paling humanis dari kepemimpinan Ibas–Puspa.
Karena kemajuan daerah bukan hanya tentang infrastruktur megah atau pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ia juga tentang bagaimana pemerintah memperlakukan mereka yang telah lebih dulu membangun tanah ini dengan keringat dan doa.
Irwan kerap mengatakan bahwa alam Luwu Timur adalah guru ketekunan. Tambang, laut, dan sawah tak pernah memberi hasil tanpa kesabaran. Begitu pula kebijakan publik.
“Kalau niat kita untuk orang banyak, pasti ada jalan,” begitu keyakinannya.
Kini, satu tahun kepemimpinan berjalan, program itu bukan lagi bahan perdebatan. Ia telah menjadi penyejuk. Bahkan di beberapa desa, para lansia menanti jadwal pencairan dengan penuh harap—bukan sekadar karena nilai bantuannya, tetapi karena mereka merasa diperhatikan.
Program ini membuktikan satu hal penting: keberpihakan tidak selalu harus keras bersuara. Ia bisa hadir dalam bentuk kepedulian yang konsisten dan terukur.
Di usia senja para orang tua Luwu Timur, ada tangan pemerintah yang menggenggam lebih erat. Dan di balik itu, ada keyakinan seorang pemimpin yang sejak awal memilih percaya bahwa niat baik, bila diperjuangkan sungguh-sungguh, akan menemukan jalannya.
Lutim Peduli Lansia bukan lagi janji.
Ia telah menjadi senyum.
Dan di sanalah kerja keras itu menemukan maknanya.
-
Nasional8 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login