Connect with us

Gubernur Andi Sudirman Jalan Anti Mager Bersama 60 Ribu Warga Barru

Published

on

Kitasulsel—Barru—Sekitar 60 ribu masyarakat Kabupaten Barru mengikuti jalan sehat Sulsel Anti Mager, Minggu (26/2/2023).

Jalan santai ini dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dengan start dari Anjungan Sumpang Binangae dan finish di Alun-alun Colliq Pujie.

Turut hadir Bupati Barru, Bapak Suardi Saleh; Ketua TP PKK Barru, Ibu Hasnah Syam yang juga anggota DPR RI; Ketua DPRD Kabupaten Barru; serta unsur Forkopimda.

“Alhamdulillah, sekitar 60 ribu masyarakat Kabupaten Barru antusias mengikuti jalan santai Sulsel Anti Mager,” ungkap Gubernur Andi Sudirman.

Kegiatan Sulsel Anti Mager ini digalakkan langsung oleh orang nomor satu di Sulsel ini, dalam mendorong pola hidup sehat.

“Mari jadikan aktif bergerak 10.000 langkah sehari, menjadi kebiasaan dan membudayakan hidup sehat untuk kualitas hidup yang lebih baik, bahagia dan produktif,” jelasnya.

Sejumlah hadiah dibagikan, diantaranya rumah, umroh, motor, dan hadiah lainnya.

Serta dipenyerahan sejumlah penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi di Kabupaten Barru.

“Kami juga menyerahkan bantuan penghargaan kepada guru berdedikasi dalam pembinaan baca tulis Al-Qur’an (BTQ); siswa berprestasi pada literasi Al-Qur’an di Kabupaten Barru. Semoga bermanfaat,” ungkapnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Lutim Hadirkan Dokter Spesialis di Bantilang dan Mahalona, Warga Kini Tak Perlu Jauh Berobat

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat pemerataan layanan kesehatan hingga wilayah terpencil. Untuk pertama kalinya, pelayanan dokter spesialis resmi dilaksanakan di Puskesmas Bantilang dan Puskesmas Mahalona, Kecamatan Towuti, Senin (02/03/2026).

Program ini merupakan bagian dari layanan unggulan Pemkab Luwu Timur yang menghadirkan dokter spesialis secara langsung ke daerah terpencil. Pelayanan dijadwalkan berlangsung secara bergilir setiap satu bulan sekali dengan melibatkan tenaga medis dari RS Inco Sorowako dan RSUD I Lagaligo Wotu.

Kehadiran dokter spesialis tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses fasilitas medis rujukan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis, konsultasi medis, hingga edukasi kesehatan. Program ini sekaligus menjadi solusi bagi warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit untuk memperoleh layanan serupa.

Kepala Puskesmas Bantilang, Zainul Battung, S.Kep., Ns., menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut yang dinilai sangat membantu masyarakat.

“Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam deteksi dini penyakit dan penanganan kasus yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan kami melalui kolaborasi dan berbagi ilmu dengan dokter spesialis,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan RS Inco Sorowako (Primaya Hospital) menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memperluas pemerataan akses medis, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.

“Kami berkomitmen mendukung Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan menghadirkan dokter spesialis langsung ke daerah terpencil, masyarakat dapat memperoleh layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus meninggalkan wilayah tempat tinggalnya,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis. Selain pemeriksaan, warga juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat serta upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Program ini menjadi wujud nyata kepedulian Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Melalui pendekatan layanan langsung ke puskesmas terpencil, diharapkan kesenjangan akses kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan semakin berkurang.

 

Continue Reading

Trending