Connect with us

Muslimin Bando dan Jajaran Sambut Gubernur di Bambapuang Park 360

Published

on

Kitasulsel,Enrekang-– Bupati Enrekang Muslimin Bando menyambut kehadiran Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Enrekang, Jumat 24 Februari 2023. Bupati didampingi Wabup Asman, Sekda, dan para kepala OPD.

Gubernur dan rombongan langsung mengunjungi destinasi wisata baru, Bambapuang Park 360 di Kecamatan Anggeraja.

Bambapuang Park 360 dibangun salah satunya dari bantuan keuangan Gubernur kepada Kabupaten Enrekang.

Nama Bambapuang Park ditambah dengan angka 360 oleh gubernur sendiri. Merujuk pada 360 derajat, karena kemanapun arah kita memandang, kita disuguhi pemandangan indah.

“Bagus namanya, Bambapuang Park 360” kata Gubernur.

Dari menara pandang Bambapuang Park 360, kita bisa menikmati gugusan Gunung Nona dan Gunung Bambapuang yang kadang diselimuti awan dan kabut, diantarai aliran sungai dan hamparan hutan yang masih sangat alami.

Bupati mengatakan, keindahan alam ini adalah anugerah yang maha kuasa untuk Kabupaten Enrekang. “Kita ingin jaga tetap lestari, dan termanfaatkan keindahannya untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap MB.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Enrekang, kami haturkan penghargaan setinggi-tingginya kepada gubernur andalan kita, atas segala perhatiannya untuk kita,” kata Bupati dua periode ini.

Sabtu pagi, masyarakat Enrekang akan jalan santai Anti Mager bersama gubernur, dilanjutkan dengan upacara di Lapangan Abu Bakar Lambogo Batili. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending