Connect with us

Momen Hari Jadi ke-679 Sidrap, IDI Gelar Donor Darah

Published

on

Kitasulsel,Sidrap — Berbagai elemen masyarakat berpartisipasi pada kegiatan kegiatan donor darah yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Rabu, Rabu (22/2/2023).

Kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-679 Sidenreng Rappang, berlangsung di Pelataran Monumen Ganggawa Pangkajene Sidenreng, Kecamatan Maritengngae.

Selain donor darah, digelar pula konsultasi kesehatan gratis dokter umum dan dokter spesialis.

Sejumlah pejabat dan ASN Pemkab Sidrap terlihat ikut dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan ini IDI Sidrap didukung pengurus Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sidrap. Sejumlah anggota PIM Sidrap pun turut mendonorkan darahnya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang PIM Sidrap, Hj. Indah Said Roem sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan kemanusiaan ini dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Selain sebagai wujud kepedulian sosial, darahmu bisa menyelamatkan nyawa,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua IDI Sidrap Dr Syafruddin berterima kasih kepada para pendonor yang telah antusias secara sukarela menyumbangkan darahnya.

“Kehadiran bapak, ibu para pendonor, telah menegaskan kembali kepada kita semua arti pentingnya persaudaraan, makna solidaritas dan kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Minta Pesparawi Nasional 2026 Padukan Kesemarakan dan Pendalaman Spiritual

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta agar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 tidak hanya tampil meriah secara seremonial, tetapi juga menghadirkan pendalaman spiritual yang kuat bagi seluruh peserta dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan arahan dalam Kick Off Pesparawi Nasional XIV di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut Menag, keberhasilan sebuah perhelatan keagamaan ditentukan oleh keseimbangan antara kemeriahan festival dan penghayatan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Satu sisi harus ada kesemarakan, pada sisi lain juga harus ada pendalamannya. Kesemarakan tanpa penghayatan itu mubazir, tetapi penghayatan tanpa kesemarakan itu tidak meriah. Jadi dua-duanya harus berbanding lurus,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menjelaskan, aspek kesemarakan penting untuk menghadirkan suasana meriah yang dapat dirasakan masyarakat luas. Mulai dari hadirnya umbul-umbul, tata cahaya, pakaian seragam peserta, hingga geliat ekonomi masyarakat melalui pasar kaget dan aktivitas pendukung lainnya.

Namun demikian, Menag mengingatkan agar panitia maupun kontingen tidak larut dalam kemeriahan fisik semata. Pesparawi, kata dia, harus menjadi momentum resakralisasi kehidupan beragama sekaligus ruang untuk menyentuh dimensi batin umat.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga mengajak para pimpinan gereja aras nasional dan tokoh lintas agama untuk terus memperkuat semangat moderasi beragama dengan menitikberatkan pada pencarian titik temu antarkelompok dan antarumat beragama.

“Moderasi beragama itu adalah biarkan yang berbeda itu tetap berbeda, dan biarkan yang sama itu sama. Toleransi sesungguhnya bukan berusaha memaksakan persamaan pada sesuatu yang berbeda, dan juga bukan memaksakan perbedaan pada sesuatu yang sebenarnya sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menag mengibaratkan kemajemukan Indonesia sebagai sebuah karya seni atau lukisan kontras yang indah dan bernilai tinggi dari Tuhan. Keindahan itu lahir dari perpaduan berbagai warna dan perbedaan yang hidup berdampingan secara harmonis.

Karena itu, melalui momentum Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan dan menjaga harmoni kebangsaan.

“Jangan kita mengacak-acak lukisan Tuhan bernama Indonesia ini. Justru keberagaman itulah yang membuat bangsa ini indah dan kuat,” pungkas Nasaruddin Umar.

Continue Reading

Trending