Connect with us

Dua Rumah Bantuan Baznas Di Dua Kecamatan diserahkan Bupati Sidrap

Published

on

Kitasulsel,Sidrap – Bupati Sidrap, H. Dollah Mando menyerahkan bantuan Pembangunan rumah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidrap kepada dua penerima secara terpisah, Rabu (22/2/2023). Ini merupakan Pembangunan rumah yang ke-28 dan ke-29 sejak tahun 2020.

Dua penerima atau mustahik yakni Karlina warga Dusun Bendoro, Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng dan Fatimah warga Dusun Kalosi Alau, Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue.

Penyerahan dihadiri Ketua Baznas Sidrap, H. Mustari Sede S.Hi beserta jajarannya, Kabag Kesra, Patriadi, Camat Watang Sidenreng Hidayatullah Abbas, dan Camat Dua Pitue, Andi Sammang

Tampak pula kepala desa dan kelurahan se Kecamatan Watang Sidenreng, Kepala Kalosi Alau Andi Apris, Kapolsubsektor Watang Sidenreng IPDA As’ad ,Danpos Watangsidenreng,Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Dollah Mando menyatakan bantuan itu merupakan hasil dari zakat yang dibayarkan masyarakat melalui Baznas. Ia pun mengajak warga untuk rajin mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah.

“Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu, dan merupakan rukun Islam. Sebagaimana yang tercantum didalam Al Qur’an, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat,” katanya.

Semetara itu Ketua Baznas Sidrap, H. Mustari Sedemengatakan, program bedah rumah untuk membangun rumah layak huni bagi warga tidak mampu, dananya berasal dari zakat ASN dan masyarakat Kabupaten Sidrap.

“Saat ini Baznas Kabupaten Sidrap telah membangun 29 rumah tinggal layak huni bagi masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

“Ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan kepercayaan masyarakat Kabupaten Sidrap untuk menyalurkan zakatnya di Baznas,” tandasnya.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Usai Raih TP2DD Terbaik Sulawesi, Pemkab Sidrap Perluas Digitalisasi hingga Pasar Tradisional

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berkomitmen memperluas implementasi digitalisasi transaksi di berbagai sektor setelah berhasil meraih predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Terbaik 2025 untuk Kawasan Sulawesi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD dan Monitoring serta Evaluasi (Monev) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Saromase, Kompleks SKPD Kabupaten Sidrap, Senin (29/6/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, didampingi Wakil Bupati Nurkanaah. Turut hadir Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bayu Martanto, Direktur Operasional dan Teknologi Informasi Bank Sulselbar Iswadi Ayub, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, unsur Forkopimda, pimpinan Bank Sulselbar Sidrap, para kepala perangkat daerah, camat, hingga jajaran teknis terkait.

Bupati Minta Prestasi Dipertahankan

Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan penghargaan TP2DD terbaik harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan akhir dari proses, melainkan awal untuk memperluas pemanfaatan transaksi digital agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Juara sudah kita rebut, jadikan motivasi untuk mempertahankannya, sehingga digitalisasi daerah makin luas dan berdampak bagi pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syaharuddin.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bank Sulselbar, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam meraih penghargaan tersebut.

Namun, Syaharuddin mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi membutuhkan kerja yang konsisten dan berkelanjutan.

“Kita harus menjaga stabilitas energi dan fisik, karena program ini berkelanjutan. Beres A lanjut B, perlu kontinuitas. Jangan cuma bagus dalam rapat, paling penting bagus dalam pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.

QRIS Akan Diperluas hingga Pasar Tradisional

Bupati menjelaskan digitalisasi di Kabupaten Sidrap saat ini telah diterapkan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Ke depan, penggunaan transaksi digital akan diperluas hingga pasar-pasar tradisional.

“Ke depan kita maksimalkan di pasar-pasar, termasuk penjual durian dan lainnya,” katanya.

Selain QRIS, Pemkab Sidrap juga telah mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) bekerja sama dengan Bank Sulselbar sebagai instrumen pembayaran nontunai untuk belanja pemerintah daerah sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Menutup arahannya, Syaharuddin mengajak seluruh jajaran mempertahankan capaian tersebut.

“Siapkah Anda mempertahankan juara TP2DD?”

Pertanyaan itu langsung dijawab serempak oleh seluruh peserta rapat dengan ucapan, “Siap!”

Porsenijar Jadi Momentum Tingkatkan Transaksi Digital

Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, meminta seluruh organisasi perangkat daerah terus memperkuat sosialisasi penggunaan QRIS disertai pengawasan di lapangan agar implementasinya berjalan optimal.

Ia juga mengimbau seluruh OPD menerapkan pembayaran pajak dan retribusi daerah secara nontunai sebagai bentuk komitmen mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Menurut Nurkanaah, pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Sulawesi Selatan yang akan digelar di Sidrap menjadi peluang besar meningkatkan volume transaksi digital.

Diperkirakan sekitar 64.000 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan akan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Jika mereka belanja di rumah makan, warung-warung masyarakat menggunakan QRIS, tentu jumlah transaksi nontunai akan sangat tinggi,” ujarnya.

Bank Indonesia: Jangan Terlena

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, mengapresiasi keberhasilan Sidrap menjadi TP2DD terbaik kawasan Sulawesi.

Namun, ia mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri.

“Selamat Sidrap juara TP2DD 2025, tapi jangan terlena dan terus berbenah,” kata Bayu.

Ia menilai tantangan utama digitalisasi saat ini bukan lagi teknologi, melainkan kualitas eksekusi program di lapangan.

Menurut Bayu, beberapa aspek yang perlu diperkuat meliputi penyusunan roadmap yang lebih operasional, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), peningkatan sinergi pemerintah, perbankan dan sektor swasta, serta penguatan kapasitas tim TP2DD.

Ia juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam penggunaan transaksi digital agar budaya pembayaran nontunai semakin berkembang di masyarakat.

Bank Sulselbar Perkuat Layanan Digital

Direktur Operasional dan Teknologi Informasi Bank Sulselbar, Iswadi Ayub, menyatakan pihaknya siap terus mendukung transformasi digital di Kabupaten Sidrap.

Menurutnya, keberhasilan Sidrap meraih penghargaan TP2DD merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.

“Bank Sulselbar berkomitmen menjaga dan mendukung layanan digital di daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan, seperti QRIS, virtual account, hingga inovasi digital lainnya guna memperkuat ekosistem transaksi nontunai.

Penerimaan Pajak Daerah Sudah 100 Persen Nontunai

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sidrap, Muhammad Rohady Ramadhan, melaporkan perkembangan implementasi transaksi digital di daerah.

Pada Triwulan II Tahun 2026, penerimaan pajak daerah telah 100 persen menggunakan kanal pembayaran nontunai dengan nilai mencapai Rp47,27 miliar.

Sementara itu, realisasi penerimaan retribusi melalui QRIS mencapai 59,39 persen dari total penerimaan sebesar Rp1,95 miliar.

Kegiatan HLM TP2DD juga dirangkaikan dengan penyerahan kotak amal berbasis QRIS sebagai bagian dari program digitalisasi rumah ibadah.

Kotak amal digital tersebut diserahkan kepada Masjid Raya Rappang dan Masjid Darul Ridho Kompleks SKPD Sidrap. Pada kesempatan itu, sejumlah peserta turut mencoba sistem tersebut dengan melakukan donasi melalui QRIS sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem transaksi digital di Kabupaten Sidrap.

Continue Reading

Trending