Connect with us

BPD HIPMI Sulsel Dukung Diklatcab Saro Mase Parepare

Published

on

Kitasulsel, Parepare,- Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) Kota Parepare diagendakan pada tanggal 2 – 3 Maret 2023 di Hotel Kenari dengan tema Saro Mase.

Saro, biasanya populer berarti keuntungan/keberuntungan dan pada dimensi lainnya biasa bermakna ‘ketulusan’. Mase, kita mengenalnya lebih dekat dengan arti kasih/sayang dan juga di sisi yang lainnya bisa bermakna ‘keikhlasan’.

“Saro Mase, menjadi tema Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) BPC HIPMI Parepare tahun 2023 selain sebagai pengingat bahwa rezeki bukan sama sekali hanya soal materi sahaja namun juga hubungan baik antar manusia,” terang Darmawan selaku Ketua OC Diklatcab BPC HIPMI Parepare.

Pelaksanaan Diklatcab 2023 di Parepare juga mendapatkan respon baik dan dukungan dari BPD HIPMI Sulawesi Selatan, melalui Ketua Umum Andi Rahmat Manggabarani yang diungkapkan saat audiens bersama.

“Bila tiada aral melintang Ketum BPD HIPMI Sulsel beserta jajaran akan menghadiri pembukaan Diklatcab di Parepare, Tum RMB merespon baik dan mendukung untuk pelaksanaan dan penguatan kaderisasi wirausaha di daerah,” ungkap Syamsul Rijal Madani, Ketua Umum BPC HIPMI Parepare yang juga Owner Kaos Ta’.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending