Connect with us

BPD HIPMI Sulsel Dukung Diklatcab Saro Mase Parepare

Published

on

Kitasulsel, Parepare,- Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) Kota Parepare diagendakan pada tanggal 2 – 3 Maret 2023 di Hotel Kenari dengan tema Saro Mase.

Saro, biasanya populer berarti keuntungan/keberuntungan dan pada dimensi lainnya biasa bermakna ‘ketulusan’. Mase, kita mengenalnya lebih dekat dengan arti kasih/sayang dan juga di sisi yang lainnya bisa bermakna ‘keikhlasan’.

“Saro Mase, menjadi tema Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) BPC HIPMI Parepare tahun 2023 selain sebagai pengingat bahwa rezeki bukan sama sekali hanya soal materi sahaja namun juga hubungan baik antar manusia,” terang Darmawan selaku Ketua OC Diklatcab BPC HIPMI Parepare.

Pelaksanaan Diklatcab 2023 di Parepare juga mendapatkan respon baik dan dukungan dari BPD HIPMI Sulawesi Selatan, melalui Ketua Umum Andi Rahmat Manggabarani yang diungkapkan saat audiens bersama.

“Bila tiada aral melintang Ketum BPD HIPMI Sulsel beserta jajaran akan menghadiri pembukaan Diklatcab di Parepare, Tum RMB merespon baik dan mendukung untuk pelaksanaan dan penguatan kaderisasi wirausaha di daerah,” ungkap Syamsul Rijal Madani, Ketua Umum BPC HIPMI Parepare yang juga Owner Kaos Ta’.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Pemerintah Segera Luncurkan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Pemerintah memastikan akan segera meluncurkan motor listrik nasional hasil karya anak bangsa sebagai bagian dari upaya memperkuat industri kendaraan listrik sekaligus mendukung transisi energi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7). Meski demikian, Prasetyo belum mengungkapkan jadwal pasti peluncuran kendaraan listrik tersebut.

 

“Kalau berkenaan dengan motor listrik nasional, nanti pada waktunya akan kami sampaikan. Dalam waktu dekat mungkin akan ada semacam launching motor listrik nasional hasil karya anak bangsa,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, kehadiran motor listrik nasional menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi dan industri otomotif sendiri apabila didukung tekad dan kemauan yang kuat.

Ia menilai berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan kendaraan listrik merupakan hal yang wajar dan dapat terus disempurnakan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Ini membuktikan bahwa sesungguhnya kalau kita memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan, bangsa Indonesia akan mampu mencapainya. Bahwa mungkin masih ada sedikit kekurangan, ya mari itu bersama-sama kita perbaiki,” katanya.

Prasetyo menegaskan, pengembangan motor listrik nasional bukan hanya bertujuan meningkatkan daya saing industri otomotif dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat menekan konsumsi BBM sekaligus mempercepat agenda transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

“Ini tidak sekadar mengenai kemampuan kita memproduksi mobil atau motor listrik nasional. Ini kan bagian juga dari kita mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM berbasis fosil,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kemajuan di sektor kendaraan listrik akan memberikan dampak yang luas, mulai dari penguatan industri nasional hingga peningkatan ketahanan energi Indonesia.

“Sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri, juga tidak sekadar memberi efek atau impact di dunia otomotif, tetapi juga membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar kita yang berbasis fosil sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan BBM kita,” tandas Prasetyo.

Peluncuran motor listrik nasional ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan industri kendaraan listrik Indonesia sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Continue Reading

Trending