Connect with us

OPD Pemkot Beri Bantuan Kepada Puluhan Warga Terdampak Banjir di Romang Tangaya

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Tim OPD Pemkot Makassar terdiri atas Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, Camat Manggala, Lurah Tamangapa, Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar sekaligus Formatur Pengurangan Resiko Bencana dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar turun ke lapangan memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kampung Romang Tangaya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala.

Plt Kadis Kominfo Kota Makassar Ismawaty mengatakan di kampung itu ada sekira 83 Kepala Keluarga (KK) dengan 74 rumah yang terisolasi banjir.

Olehnya akses untuk bisa sampai ke lokasi hanya dapat menggunakan transportasi air seperti perahu karet dan Jolloro.

Pihaknya memberikan bantuan berupa family kids yang berisi keperluan mandi dan pakaian dalam orang dewasa. Juga bantuan bag Kids Ware yang berisi diapers, peralatan mandi bayi, minyak telon, dot, selimut dan pakaian bayi.

Selain itu, ada pula bantuan makanan siap saji.

“Aksi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, juga memantau apa saja kebutuhan mendesak warga,” ucapnya usai meninjau lokasi, Minggu, (19/02/2023).

Kegiatan itu, lanjut dia, makin mempertegas bahwa kunjungan dan pemberian bantuan ialah bentuk kepedulian Pemkot Makassar yang adil dan merata bagi warga.

Sementara itu, Formatur Pengurangan Resiko Bencana dr Udin Malik menuturkan dari pengalaman itu dia belajar bagaimana menyusun kebijakan tepat dalam mengantisipasi banjir pada masa akan datang.

“Kunjungan ini membuka mata kita bahwa perlu membuat rencana kebijakan di antaranya pemasangan CCTV dan alat ukur ketinggian air untuk memantau tinggi air. Diperlukan pula kebijakan early warning system atau peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana. Kampung Romang Tangaya juga sebagai indikator apakah air telah naik, dan apakah berpotensi banjir di daerah-daerah lainnya,” ujar dr Udin.

Timnya juga secara simbolik melakukan penyerahan bantuan kepada Lurah Tamangapa yang kemudian disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Di samping itu, dari pemantauan itu, diketahui warga terdampak banjir juga membutuhkan air bersih.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Lepas Jenazah Tokoh Masyarakat di Wotu

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Suasana duka menyelimuti Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, saat Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melepas jenazah almarhum H. Sjamsul Bachrie, Selasa (17/3/2026).

Almarhum yang wafat dalam usia 89 tahun tersebut diketahui merupakan ayahanda dari Kepala Desa Lampenai, Zainal Bachrie.

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung khidmat di rumah duka dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Luwu Timur, H. Sarkawi A. Hamid dan Muhammad Nur, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, Camat Wotu, Hasis Dawi, unsur Tripika Wotu, para kepala desa, serta ratusan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok yang sangat dihormati dan menjadi panutan masyarakat, khususnya di Kecamatan Wotu.

“Almarhum adalah orang tua kita semua, sesepuh kita di Kabupaten Luwu Timur, khususnya di Kecamatan Wotu. Pengabdian beliau selama ini sangat luar biasa, dan nilai-nilai itu kini dilanjutkan oleh ananda tercintanya, Kepala Desa Lampenai,” ungkap Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi almarhum sebagai tokoh masyarakat yang telah banyak berkontribusi bagi daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan secara pribadi, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum. Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, serta segala dosa dan khilafnya diampuni,” tuturnya.

Bupati turut mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Usai prosesi pelepasan, Bupati bersama rombongan turut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir di Pekuburan Pua Sandro, Dusun Kampung Alau, Desa Lampenai. Di lokasi pemakaman, doa kembali dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum yang dikenal sebagai sesepuh dan tokoh masyarakat yang penuh pengabdian.

Continue Reading

Trending