Connect with us

Danny Nilai Training Pengurus Masjid, Dapat Wujudkan Kemakmuran Masjid

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan training dan gathering khusus pengurus masjid se-Kota Makassar.

Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Badan Waqaf Alquran (BWA) ini akan dilaksanakan pada 4 Maret 2023 mendatang.

Danny sapaan Ramdhan Pomanto mengatakan masjid merupakan pusat kegiatan jamaah dalam berdakwah. Karenanya, pengurus masjid wajib profesional dan memahami esensi kehadiran masjid di tengah-tengah masyarakat.

“Masjid ini perlu dikelola dengan baik. Pengelolaan masjid yang profesional bisa menghadirkan masjid yang menjadi pusat kegiatan jamaahnya sehingga kemakmuran masjid dapat terwujud,” ucap Danny, usai menerima audiensi dari tim BWA, Senin (20/02/2023).

Danny juga menyebutkan pengurus masjid  perlu meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kepedulian untuk mengembangkan serta memajukan fungsi masjid secara profesional.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Pemkot Makassar, Muh Syarif menjelaskan kegiatan ini akan dihadiri sebanyak 300 orang perwakilan dari 150 masjid.

Pematerinya sendiri nantinya dihadirkan langsung dari Yogyakarta dan merupakan salah satu pengurus masjid terbaik di Yogyakarta.

“Jadi, perwakilan satu masjid itu dua orang. Kita sasar 150 masjid dulu. Pematerinya Pak Nanang, pengelola masjid terbaik,” sebutnya.

Ia berharap kehadiran Nanang bisa menambah wawasan takmir masjid agar bisa mencegah tindakan-tindakan yang dapat merusak citra masjid.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menunda 5 Tahun Demi Keyakinan, La Beddu Akhirnya Berangkat Haji Bersama Annur dan Sang Anak

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Di tengah riuh persiapan keberangkatan jamaah calon haji tahun 2026, terselip kisah penuh keteguhan dari seorang lansia asal Kabupaten Sidrap, La Beddu.

Pria berusia 67 tahun asal Panreng, Kecamatan Baranti ini telah menunggu selama 15 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Penantian panjang itu bukan semata karena antrean, tetapi karena sebuah keyakinan—bahwa ia ingin berangkat ke Tanah Suci bersama pendamping yang ia percayai sepenuh hati: PT Annur Maarif.

Padahal, lima tahun lalu namanya telah lebih dulu dipanggil. Kesempatan berhaji sudah terbuka. Namun saat itu, La Beddu memilih menunda.

“Sudah naik nama lima tahun lalu, tapi bukan Annur… Melo mokka ko Annur yola,” ujarnya dengan logat khas Bugis, yang berarti ia ingin berangkat jika bersama Annur.

Bagi La Beddu, haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin yang membutuhkan rasa tenang dan keyakinan penuh. Ia mengaku sering mendengar cerita tentang pelayanan Annur Maarif—tentang bagaimana jamaah diperlakukan dengan penuh perhatian, dibimbing dengan sabar, dan dijaga sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Cerita-cerita itulah yang tertanam kuat di benaknya, hingga ia rela menunda keberangkatan demi mendapatkan pengalaman ibadah yang menurutnya lebih “sempurna”.

Kini, penantian panjang itu akhirnya terbayar. Tahun ini, La Beddu dipastikan berangkat sebagai jamaah calon haji, bahkan lebih istimewa lagi, ia akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut bersama anaknya.

Keduanya tergabung dalam KBIHU Kecamatan Baranti dan masuk dalam kloter 2 jamaah calon haji asal Sidrap embarkasi Ujung Pandang.

Bagi La Beddu, kebersamaan dengan anaknya menjadi anugerah tersendiri dalam perjalanan suci ini. Ia tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga doa dan cinta seorang ayah yang ingin menapaki jejak spiritual bersama darah dagingnya.

Di usianya yang tidak lagi muda, langkah La Beddu mungkin tak sekuat dulu. Namun tekadnya justru semakin kokoh. Ia percaya, dengan pendampingan yang tepat, perjalanan hajinya akan menjadi lebih ringan dan bermakna.

Kisah La Beddu menjadi potret sederhana tentang bagaimana ibadah haji bukan hanya soal giliran, tetapi juga tentang keyakinan, kesiapan hati, dan rasa percaya.

Di balik angka-angka kuota dan jadwal keberangkatan, ada cerita-cerita seperti La Beddu—yang mengajarkan bahwa menunggu dengan sabar, memilih dengan yakin, dan melangkah dengan tenang adalah bagian dari perjalanan menuju panggilan Ilahi.

Continue Reading

Trending