Connect with us

Pemkot Makassar Siap Kerja Sama Akademik dengan Universitas Lamappapoleonro

Published

on

Kitasulsel-Soppeng—Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto siap mengakomodir kerja sama akademik dengan Universitas Lamappapoleonro.

Hal itu diungkapkannya dalam kunjungannya ke satu-satunya universitas di Soppeng itu, Sabtu, (18/02/2023), siang tadi.

Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto menuturkan pihaknya siap menerima kolaborasi pendidikan seperti pemagangan dan lainnya.

Rektor Universitas Lamappapoleonro Andi Adawiyah mengatakan sebagai kampus yang berkembang dan sementara merintis maka kerjasama dengan Pemkot Makassar merupakan hal yang luar biasa untuk mendukung pendidikan mahasiswa/i.

Apalagi tekadnya dalam memberikan keluasan berpikir dan pengalaman terhadap mahasiswa dan dosen maka timnya mencoba mengajukan tawaran kerjasama ini.

“Alhamdulillah kita saksikan bersama dan sudah ada MoU dengan Pemkot Makassar. Ini juga menegaskan posisi kami sebagai upaya pengembangan SDM di Soppeng. Kami berharap mahasiswa kami nantinya bisa menimba ilmu di berbagai unit kerja Pemkot Makassar. Melakukan magang, penelitian, dan berbagai kegiatan akademik lainnya,” harapnya.

Kemajuan yang dicapai Pemkot Makassar, lanjut dia, tentu sangat strategis bagi insan akademis untuk belajar banyak dalam praktek-praktek itu.

“Kami berharap pak wali kota selalu terbuka menerima kami, pun kami terbuka menerima pak wali kota untuk pengembangan universitas. Terutama pengembangan SDM di Soppeng. Kami berharap dalam waktu dekat ada bentuk turunan sebagai aksi konkritnya,” ucapnya.

Kini universitas itu sudah memiliki 1.857 mahasiswa yang merupakan asal Soppeng, Wajo dan Bone.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas Edukasi Warga Desa Wanio Sidrap Soal ISPA dan Khasiat Jahe

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Jahe selama ini dikenal sebagai bumbu dapur. Namun di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), tanaman rimpang ini diperkenalkan sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan saluran pernapasan.

Edukasi tersebut disampaikan mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) kepada masyarakat Desa Wanio, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Melalui program penyuluhan kesehatan bertajuk “Kenali ISPA dan Tanaman Obat Jahe sebagai Pendukung Pemeliharaan Kesehatan Saluran Pernapasan”, kegiatan digelar di Dusun Botto, Desa Wanio, pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang diikuti 30 orang warga ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya. Selain itu, warga juga dibekali pemahaman tentang pemanfaatan jahe sebagai tanaman obat keluarga (TOGA).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi utama mengenai ISPA dan edukasi tentang tanaman obat jahe yang mencakup kandungan bioaktif, manfaat, cara pengolahan, hingga tips penggunaan yang aman.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Warga terlihat aktif bertanya seputar gejala ISPA pada anak hingga cara mengolah jahe yang benar di rumah. Kegiatan ditutup dengan post-test dan kuis berhadiah doorprize untuk mengevaluasi pemahaman peserta.

Penanggung jawab kegiatan, A. Nurul Inayah Fadhilah, menjelaskan bahwa penyuluhan ini fokus pada upaya preventif.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami cara mencegah ISPA sekaligus mengetahui bahwa jahe dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan saluran pernapasan. Namun, jahe bukan pengganti obat atau pengobatan dari tenaga kesehatan, melainkan pelengkap dalam menjaga kesehatan,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Hal itu tampak dari keaktifan warga dalam mengikuti seluruh rangkaian, mulai dari pretest hingga post-test. Pembagian doorprize pada sesi kuis semakin menambah semangat peserta.

Salah seorang perwakilan masyarakat Desa Wanio menyampaikan apresiasinya.

“Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih mengetahui cara mencegah ISPA serta cara memanfaatkan jahe dengan benar sebagai pendukung untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan,” ungkapnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap pengetahuan masyarakat Desa Wanio mengenai pencegahan ISPA semakin meningkat dan mampu diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kesehatan saluran pernapasan.

Continue Reading

Trending