Connect with us

Komisaris PT. Pelindo dan Regional Head 4 Pelindo Kunjungi DPRD Kota Makassar

Published

on

Kitasulsel-Makassar – Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis bersama Komisaris PT. Pelindo Muchtar Luthfi A. Mutty berkunjung ke DPRD Kota Makassar, Selasa (14/2/2023). Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo dan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD. dan juga dihadiri oleh pejabat Struktural DPRD Kota Makassar.

Pada kunjungan tersebut Rudianto Lallo dan pihak Pelindo Regional 4 membahas terkait sinergitas Pelindo Regional 4 terhadap nelayan-nelayan yang ada di Kota Makassar.

“Terima kasih atas kedatangan Pelindo terkait Sinergitas terhadap Nelayan yang ada di kota Makassar,” ujar Rudianto Lallo.

Sedangkan Adi Rasyid Ali menyampaikan poin penting yang dibahas pada pertemuan tersebut yaitu terkait dengan bantuan kepada nelayan-nelayan yang merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Kota Makassar maupun dari Makassar New Port (MNP) yang berada di dalam kawasan Pelindo. Bantuan tersebut harus tepat sasaran.

“Saya meminta kepada pihak Pelindo dan Makassar New Port sebagai objek vital negara ini memberikan bantuan kepada nelayan-nelayan namun harus tepat sasaran. Apalagi sudah mau masuk bulan Ramadhan,” ungkap Adi Rasyid Ali.

Sementara itu Muchtar Luthfi A. Mutty menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bahan agar informasi terkait Pelindo dengan nelayan-nelayan tidak simpang siur. “Kehadiran kami ini agar tidak ada lagi informasi yang simpang siur terkait Pelindo dengan nelayan,” ungkapnya

Turut hadir pada pertemuan siang itu dari pihak Pemerintah Kota Makassar yaitu Lurah Lakkang Irwan Rahim, Lurah Tallo Zaenal, Lurah Kalulubodoa Suriadi, Lurah Buloa Aditya, dan Lurah Cambayya Rusmiati.*

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur dan Enam Lainnya Terluka

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Ledakan terjadi di gudang amunisi milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) siang. Insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit gugur, sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, ledakan terjadi saat personel sedang melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan gudang amunisi sesuai prosedur yang berlaku.

“Kegiatan ini merupakan pemeliharaan dan perawatan, dan memang sudah melalui prosedur yang berlaku serta protap yang telah dijalankan,” ujar Donny dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (16/7).

Akibat insiden tersebut, satu personel TNI AD dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, empat prajurit mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

Untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, TNI AD telah membentuk tim investigasi dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD). Tim akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kronologi kejadian dan faktor-faktor yang memicu ledakan.

“Membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman menyeluruh guna mengetahui peristiwa secara kronologis penyebab insiden tersebut,” kata Donny.

Ia menegaskan, investigasi dilakukan secara profesional tanpa menetapkan batas waktu tertentu, namun diupayakan selesai secepat mungkin agar penyebab insiden dapat diketahui secara pasti.

Sementara itu, lokasi gudang amunisi yang menjadi pusat ledakan telah disterilkan. Akses menuju area tersebut ditutup dan hanya diperbolehkan bagi personel tim investigasi yang bertugas.

“Hanya tim investigasi yang boleh mendekati lokasi ledakan,” tegas Donny.

TNI AD juga memastikan akan terus memberikan informasi kepada publik sesuai perkembangan hasil investigasi, sekaligus melakukan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Continue Reading

Trending