Connect with us

Rudianto Lallo Sasar Korban Banjir yang Belum Mendapatkan Bantuan

Published

on

KITASULSEL-MAKASSAR– Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo keliling Kota Makassar bagi-bagi bantuan berupa makanan pokok pada daerah yang terdampak banjir yang hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, ataupun pihak swasta.

Pada kesempatan ini, Politisi Partai NasDem itu menyasar tiga titik di Kelurahan Paccerakkang, tepatnya di RW 4, RT 4 dan RT 5 dan RW 6 RT 3. Ketiga titik itu, diketahui hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak manapun.

“Hari ini, kami keliling Kota Makassar melihat kodisi saudara-saudara kita yang terdampak banjir sekaligus memberikan langsung bantuan. Alhamdilillah dari informasi yang kami terima di Kelurahan Paccerakkang ini belum ada bantuan yang masuk, dan setelah tiba memang masyarakat yang terdampak belum ada yang mendatanginya,”kata Rudianto Lallo,” Selasa 14/2/2023.

Lanjut Legislator dua periode itu mengatakan dari dua RW di kelurahan Paccerakkang sekitar 50 KK diperkirakan terdampak banjir, dengan rincian sebanyak 30 KK yang masih bertahan dikediamannya, sementara 20 KK lainnya mengungsi di rumah tetangga atau keluarga.

“Mereka bertahan karena belum adanya dapur umum yang dibuka oleh Pemerintah, kita harapkan mereka segera ditangani dengan baik oleh dinas terkait untuk menghidari hal-hal tak diinginkan,”ujar Rudianto Lallo yang juga Ketua SMA 6 Makassar itu.

Selain menyerahkan bantuan, Rudianto Lallo juga terlihat berkeliling melihat kondisi rumah warga yang masih terendam banjir. Dia meminta kepada korban agar tetap waspada. Pemerintah kata dia akan mencarikan solusinya agar dapat meminimalisir banjir dikemudian hari.

“Sabbarki pak, ibu. Pemerintah akan senantiasa memberikan perhatian, termasuk mencari solusi agar daerah-daerah yang menjadi langganan banjir dapat dikurangi,”tambah Rudianto Lallo.

Saat menyerahkan bantuan, Rudianto Lallo ditemani oleh jajaran pengurus IKA Unhas Makassar. Para pengurus IKA Unhas juga terlihat sangat antusias membawakan bantuan kewarga. Mereka juga nampak memberikan motivasi kepada masyarakat agar senantiasa waspada ditengah cuaca buruk.

Ketua RT 6, Kelurahan Paccerakkang, Aminah menyampaikan banyak terima kasih kepada Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo yang hadir memberikan motivasi dan bantuan kepada masyarakat. Hingga detik ini, kata dia belum ada bantuan dari pihak pemerintah.

“Pak Ketua DPRD yang pertama hadir memberikan bantuan, belum ada dari pemerintah, “ujarnya.

Lanjut Aminah, selain kebutuhan makan dan minum, warganya juga membutuhkan bantuan selimut. Dikatakan masih banyak warganya tidur menggunakan pakaian seadanya. “Obat-obatan juga kami butuhkan, semoga bisa segera datang disini,”harapnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Tanpa Jeda, Menag Nasaruddin Umar Lanjutkan Safari Religi ke Palu untuk Haul Guru Tua

Published

on

KITASULSEL—PALU – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026), melalui Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri.

Kedatangan Menteri Agama disambut langsung oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. KH. Lukman S. Thahir, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kunjungan ini dalam rangka menghadiri Haul ke-58 ulama kharismatik, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, yang dikenal sebagai Guru Tua, serta mengikuti sejumlah agenda keagamaan lainnya yang telah disusun oleh Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, pada Senin (30/3/2026), Menag diketahui baru saja bertolak dari Makassar menuju Jakarta usai menghadiri rangkaian kegiatan keagamaan dan halal bihalal di Sulawesi Selatan. Tanpa jeda panjang, ia kembali melanjutkan perjalanan dinas ke Sulawesi Tengah untuk memenuhi agenda berikutnya.

Mobilitas tinggi tersebut mencerminkan komitmen kuat Menag dalam menjaga kesinambungan kegiatan keagamaan di berbagai daerah. Di tengah jadwal yang padat, kehadirannya dalam momentum haul ulama menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap warisan spiritual dan peran ulama dalam membangun peradaban bangsa.

“Haul adalah ruang untuk menghidupkan kembali nilai keteladanan ulama, memperkuat sanad keilmuan, dan merawat tradisi keislaman yang telah mengakar di tengah masyarakat,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam setiap kunjungan keagamaan.

Guru Tua dan Warisan Besar di Timur Indonesia

Sosok Sayyid Idrus bin Salim Aljufri merupakan ulama besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di kawasan timur Indonesia. Lahir di Hadramaut, Yaman, beliau kemudian menetap di Nusantara dan mendedikasikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan.

Melalui organisasi pendidikan Alkhairaat, Guru Tua membangun jaringan madrasah yang luas dan berpengaruh, mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Alkhairaat tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi benteng moral umat, yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai moderasi beragama.

Kesederhanaan dan keteguhan dalam berdakwah menjadikan Guru Tua sebagai figur pemersatu umat, yang hingga kini terus dikenang dan dijadikan teladan oleh masyarakat luas.

Negara Hadir Merawat Tradisi Ulama

Haul Guru Tua setiap tahunnya menjadi magnet spiritual yang menghadirkan ribuan jamaah dari berbagai daerah. Momentum ini tidak hanya sebagai ajang mengenang jasa ulama, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.

Kehadiran Nasaruddin Umar dalam kegiatan tersebut mempertegas peran negara dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus menghormati jasa para ulama.

Selain menghadiri haul, Menag juga dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda lain, termasuk pertemuan dengan tokoh agama dan pembinaan kelembagaan keagamaan di Sulawesi Tengah.

Di tengah dinamika zaman, langkah Menag yang terus hadir di ruang-ruang spiritual menjadi pesan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bersandar pada aspek fisik, tetapi juga pada kekuatan nilai dan warisan ruhani.

Dengan semangat yang tak pernah surut, Menag terus melangkah—menyambung jejak ulama, merawat tradisi, dan menghadirkan negara di tengah umat.

Continue Reading

Trending