Connect with us

Fatmawati Rusdi Lepas Kontingen Sulsel Kemah Ukhuwah Nasional V di Cibubur Jakarta Timur

Published

on

Kitasulsel, Makassar–-Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi melepas Kontingen SMP Islam Terpadu Ikhtiar untuk mengikuti Kemah Ukhuwah Nasional V yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Didampingi sejumlah pengurus Kwarcab Makassar, pelepasan Kontingen Sulawesi Selatan (Sulsel) itu berlangsung di SMP Islam Terpadu Ikhtiar, di Jalan Sunu, Sabtu (11/02/2023).

Kemah Ukhuwah Nasional 2023 ini digelar mulai 15-18 Februari di Bumi Perkemahan Cibubur dan diikuti kurang lebih 10.000 peserta dari berbagai daerah se-Indonesia dan perwakilan dari negara Asean.

Pada kesempatan itu, Fatmawati Rusdi yang juga Ketua Kwarcab Makassar melantik Pimpinan Satuan Komunitas Tingkat Cabang (Pinsakocab) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Makassar.

Fatmawati Rusdi merasa bahagia dengan pelantikan pengurus Pinsakocab Pramuka SIT Makassar. Terlebih saat ini kita dihadapi dengan krisis multidimensi.

Ada banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak hingga kasus inseks atau berhubungan sedarah yang ditemukan di Indonesia.

“Sehingga Pramuka sebagai gerakan pembentukan karakter anak bangsa bisa memberikan perubahan, mencegah agar kasus-kasus seperti ini tidak terjadi,” kata Fatmawati Rusdi.

Fatmawati Rusdi juga mengajak Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) untuk menyusun program dan berkolaborasi dengan Pemkot Makassar guna meminimalisir kasus-kasus seperti itu.

“Undang DPPPA Makassar di sekolah-sekolah atau di komunitas terkait dengan bagaimana menghadapi persoalan ini,” imbaunya.

Kata Fatmawati Rusdi, Pinsakocab Sako Pramuka SIT bukan hanya wadah untuk bisa saling berkomunikasi tapi lebih dari itu.
Sehingga Pinsakocab Sako Pramuka SIT merupakan visi pembentukan karakter yang bertakwa, tangguh, dan tangkas.

“Tapi juga sebagai wadah untuk kita bisa berpikir langkah-langkah yang kita ambil untuk membentuk karakter anak bangsa,” ucapnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Kontingen SMP Islam Terpadu Ikhtiar yang akan mengikuti Kemah Ukhuwah Nasional 2023 di Cibubur.

“Insya Allah mereka akan berangkat 13 Februari, dan mari kita berdoa semoga apa yang kita laksanakan bisa berjalan dengan lancar,” tutupnya.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Pemprov Sulsel Akan Gelar Konsultasi Publik Pengadaan Tanah Bendungan Jenelata, Dimulai 3 Agustus 2026

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Tim Persiapan Pengadaan Tanah akan memulai tahapan konsultasi publik sebagai bagian dari proses pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa.

Tahapan ini merupakan bagian dari mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan guna memberikan informasi sekaligus menghimpun masukan dari masyarakat dan pihak yang terdampak.

Konsultasi publik dijadwalkan berlangsung pada 3–27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah yang dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 153/I/2026 tentang Pembentukan Tim Persiapan dan Sekretariat Tim Persiapan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa.

Sebelum memasuki tahap konsultasi publik, tim telah menyelesaikan tahapan persiapan berupa pemberitahuan rencana pembangunan kepada masyarakat serta pendataan awal lokasi rencana pembangunan.

Pelaksanaan konsultasi publik akan dimulai di Desa Bissoloro, kemudian dilanjutkan ke Desa Pattalikang, Tana Karaeng, Buakkang, Mangempang, Bontomanai, Bilalang, dan berakhir di Desa Moncongloe.

Dalam setiap kegiatan, pemerintah akan mengundang pemilik tanah dan/atau bangunan yang berada di lokasi rencana pembangunan untuk memperoleh informasi sekaligus menyampaikan masukan terhadap rencana tersebut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah, Ishaq Iskandar, mengatakan tahapan konsultasi publik membutuhkan waktu yang cukup panjang mengingat luas area yang direncanakan mencapai 1.800 hektare lebih.

“Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana dengan dukungan semua pihak. Melalui konsultasi publik ini, masyarakat dapat memperoleh informasi secara utuh sekaligus menyampaikan masukan terhadap rencana pembangunan Bendungan Jenelata,” ujar Ishaq, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Ishaq, berdasarkan perencanaannya, Bendungan Jenelata akan mengairi Daerah Irigasi Bissua di Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa serta Daerah Irigasi Kampili di Kabupaten Gowa.

Bendungan tersebut dirancang memiliki kapasitas tampungan sekitar 223,60 juta meter kubik untuk mendukung penyediaan air irigasi, terutama pada musim kemarau.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Jenelata merupakan proyek pengembangan sumber daya air yang dirancang memiliki berbagai manfaat strategis, antara lain penyediaan air baku dan air bersih, dukungan terhadap pembangkitan tenaga listrik, pengendalian banjir, serta pengembangan potensi pariwisata di Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, bendungan tersebut akan memanfaatkan aliran Sungai Jenelata sebagai sumber utama tampungan air. Karena itu, seluruh tahapan pengadaan tanah diharapkan dapat berlangsung sesuai ketentuan sehingga proses pembangunan dapat dilaksanakan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

“Kami berharap setiap tahapan pengadaan tanah dapat berjalan lancar sehingga pembangunan Bendungan Jenelata dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Gowa maupun Sulawesi Selatan secara luas,” tutup Ishaq.

Continue Reading

Trending