Connect with us

Dari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*

Published

on

Kitasulsel—Sulut—Satu lagi simpul relawan baru terbentuk dan langsung berafiliasi dengan Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn). Sekelompok masyarakat yang berasal dari lima kabupaten/kota di Sulawesi Utara membentuk simpul relawan yang diberi nama Bolaang Mongondow Raya Untuk Anies disingkat BMR Anies.

Empat kabupaten dan satu kota itu adalah kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Tengah dan Kota Kotamobagu.

Menurut Rusliy Mokodongan, masyarakat di Bolaangmongondow Raya harus mengetahui dan memahami siapa sosok Anies Baswedan sesungguhnya.

“Kami di Sulawesi Utara ini terlalu banyak dicekoki dengan berita-berita negatif soal Anies Baswedan, tapi justru karena itu kami mencari tahu siapa orang yang selalu dipojokkan ini” kata Rusly Mokodongan, Inisiator BMR Anies yang kemudian menjabat sekjen BMR-Anies.

Oleh karena itu, setelah mencari tahu fakta-fakta tentang Anies, Rusliy mengajak kawan-kawannya lebih mendalami soal Anies Baswedan ini

“Setelah mendalami siapa sosok Anies Baswedan ini, kami akhirnya tergerak untuk membangun kekuatan dan bergerak mensosialisasikan fakta nyata tentang Pak Anies Baswedan dan mengapa Pak Anies ini menjadi solusi buat bangsa ini” tegas Rusly Mokodongan.

Selanjutnya Ferry Mokoginta kemudian dipercayakan menjadi ketua umum didampingi oleh Nasir Katong dan Donny Jaman masing-masing sebagai Wakil Ketua Umum dan Bendahara Umum. Rusliy sendiri memilih menjadi Sekjen BMR-Anies.

“Kami dari BMR-Anies bertekad memenangkan Anies Rasyid Baswedan dalam pilpres 2024 kelak dari Bolaangmongondow” tegas lanjut Ferry Mokoginta

Muhammad Ramli Rahim sebagai ketua Umum Konfederasi Nasional relawan Anies tentu saja menyambut antusias terbentuknya BMR-Anies ini.

“Kita membutuhkan paling tidak 1000 simpul relawan untuk memastikan bangsa ini terbebas dari cengkeraman oligarki yang menjadikan kekuatan finansial sebagai senjata menguasai politik, karena itu terbentuknya BMR-Anies akan semakin menguatkan perjuangan kita membebaskan bangsa ini dari cengkeraman oligarki” tegas MRR

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menag Nasaruddin Umar Kembali ke Bone, Masjid Masa Kecil Jadi Saksi Jejak 56 Tahun Perjalanan Ilmu

Published

on

KITASULSEL—BONE — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan emosional ke Masjid Nurul Amin, Ujung Pero, Desa Saelong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (27/03/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna, mengingat masjid itu memiliki nilai historis mendalam dalam perjalanan hidup Menag. Sekitar 56 tahun lalu, Masjid Nurul Amin menjadi tempat awal Nasaruddin Umar menimba ilmu agama dan memperdalam pemahaman keislaman.

Dalam kunjungan tersebut, Menag hadir tanpa protokoler berlebihan. Ia hanya didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yapid, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan As’adiyah—lembaga pendidikan Islam yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan keilmuan Menag.

Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Menag tampak berbaur dengan masyarakat serta meluangkan waktu untuk bernostalgia bersama rekan-rekan seperjuangannya yang dahulu bersama-sama belajar di masjid tersebut.

Warga setempat mengenang sosok Nasaruddin Umar sejak kecil sebagai pribadi yang santun, tekun, dan memiliki kharisma. Menurut mereka, karakter tersebut tidak berubah hingga kini meskipun telah menduduki jabatan penting di tingkat nasional.

“Dari dulu beliau dikenal sebagai santri yang sopan dan rajin. Sampai sekarang pun tetap sederhana,” ujar salah satu warga.

Kehadiran Menag di Desa Saelong juga membawa harapan baru bagi masyarakat. Di kawasan tersebut kini telah berdiri lembaga pendidikan Islam berstandar internasional yang merupakan bagian dari jaringan Yayasan As’adiyah, sekaligus menjadi cabang ke-7 yang tersebar di Indonesia.

Perkembangan tersebut menjadi simbol kemajuan pendidikan berbasis keislaman di daerah yang dulunya menjadi tempat awal perjuangan seorang santri.

Diketahui, kunjungan Nasaruddin Umar ke Sulawesi Selatan merupakan bagian dari agenda menghadiri PSBM XXVI 2026 di Makassar. Namun, di sela agenda tersebut, Menag menyempatkan diri mengunjungi kampung halaman yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan besar seorang tokoh tidak pernah lepas dari akar dan tempat ia pertama kali belajar serta ditempa.

Continue Reading

Trending