Connect with us

Rumah Zakat Support Posyandu Lansia di Desa Berdaya Rappokalling

Published

on

Kitasulsel,Makassar—Salah satu kelurahan yang mendapatkan pembinaan bagi lansianya adalah kelurahan Rappokalling , secara berkala di lakukan pemeriksaan kesehatan dan olah raga bersama Jumat 10/02/2023

Desa Ramah Lansia binaaan Rumah Zakat merupakan desa yang mewadahi lansia untuk mendapat lingkungan sosial dan fisik yang mendukung kebutuhannya agar tetap sehat, aktif dan produktif.

Desa Ramah lansia juga dibuat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan juga indeks kebahagiaan lansia, serta terbentuknya komunitas sahabat lansia.

Setiap bulannya di desa berdaya Rappokalling diadakan kegiatan Ramah Lansia diantara kegiatan nya adalah pemeriksaan cek metabolik, pemeriksaan berat badan, cek tensi.

Pemeriksaan kesehatan dimulai pukul 08-00 sampai selesai, dengan jumlah yang hadir sebanyak 33 lansia di RW 01.

Kegiatan posyandu Lansia kali ini dihadiri oleh Lurah Rappokalling ibu Salma, S.sos dan dalam kesempatan tersebut Ibu Salma menyampaikan harapanya.

“Alhamdulillah dengan adanya Rumah Zakat posyandu lansia ada di setiap RW di kelurahan Rappokalling diharapkan kedepannya semua lansia di Rappokalling sehat dan semakin produktif,ungkap ibu Lurah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending