Connect with us

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Sidrap Gelar Syukuran

Published

on

Kitasulsel, Sidrap — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidrap menggelar syukuran pemotongan nasi tumpeng dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023, Kamis, 9 Februari 2023.

Syukuran yang digelar sederhana ini dilaksanakan di rumah makan Labugis, Jalan Poros Pangkajene-Pare, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap.

Acara diawali pembacaan doa yang dibawakan Darwis Pantong, wartawan media online sekaligus penasehat PWI Sidrap. Dilanjutkan dengan acara pemotongan nasi tumpeng.

Ketua PWI Sidrap, H Purmady Muin berharap, peringatan HPN tahun ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Wartawan juga harus berperan aktif dalam memberikan kontribusi informasi kepada pemerintah, yang bertujuan untuk membangun Siddap menjadi maju, berbudaya, dan religius,” katanya.

Ditempat terpisah, Kapolres Sidrap, AKBP Erwin Syah, mengucapkan selamat Hari Pers Nasional dengan tema Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat.

Dia berharap, jalinan sinergitas antara PWI dengan Polri yang sudah terjalin dengan baik selama ini terus ditingkatkan.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending