Connect with us

Basarnas Sulsel Kerahkan Personel Pos SAR Gabungan Cari Lansia Terseret Arus Sungai di Sinjai

Published

on

Kitasulsel, Sinjai-–Seorang Lansia dilaporkan terseret arus saat hendak menyeberang di sungai Tangka dari Desa Lappa menuju ke Desa Raja Kecamatan Lapaddo Kabupaten Sinjai, Rabu (8/8/2023).

Menurut saksi, Petta Bau (65) yang merupakan korban terlihat berkalan kaki dan menyeberang sungai saat sore, namun nahas air sungai yang deras membuat korban terseret dan tidak bisa menyelamatkan diri. Beberapa warga berusaha melakukan pencarian, tapi hingga malam tidak menemukan keberadaan korban.

Merespons kejadian ini, Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi mengerahkan personel Pos Sar Bone untuk menuju lokasi melakukan pencarian pada Rabu (8/8/2023) malam.

“Informasi kami terima dari keluarga korban dan langsung mengerahkan Personel di Pos Sar Bone karena terdekat dari lokasi”, terang Djunaidi.

Saat ini Personel Pos Sar Bone bersama Potensi Sar lain melakukan pencarian dengan menyisir sungai menuju hilir. Beberapa akan melakukan penyelaman di lokasi duga korban terbawa arus.

Sementara itu ketika Berita Masuk Di Posko SAR Unhas. Juga segera di lakukan breafing dan pembentukan SRU untuk segera di berangkatkan. Pada hari Rabu pukul 23; 09 WITA , menuju TKP dan bergabung dengan Tim SAR Gabungan.(My)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Festival Nene Mallomo ke-3 Resmi Dibuka, Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Pelestarian Budaya di Sidrap

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam pelestarian budaya kembali ditunjukkan melalui pembukaan Festival Nene Mallomo ke-3.

Festival yang menghadirkan beragam kegiatan edukatif ini digelar oleh Sanggar Seni Pajjoge Andino di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (3/4/2026). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan festival ini, mulai dari pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya. Ajang ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah.

Pelaksanaan festival didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah serta Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Rinawati Idrus.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan seni dan budaya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda.

“Sebagai Bupati Sidrap, saya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sanggar Seni Pajjoge Andino merupakan wadah yang sangat baik bagi anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan karakter melalui seni dan budaya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Festival Nene Mallomo bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, adat istiadat, serta permainan tradisional yang mulai tergerus arus globalisasi.

“Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bagaimana kebudayaan dan permainan tradisional kembali dihidupkan. Ini penting agar warisan budaya tidak terdegradasi oleh pengaruh globalisasi dan tetap diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan kebudayaan memiliki nilai edukatif tinggi dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, bermental juara, dan memiliki semangat untuk meraih kesuksesan.

Sementara itu, Rinawati Idrus menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sidrap dan Sanggar Seni Pajjoge Andino atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata peran aktif daerah dalam melestarikan budaya lokal.

“Program Dana Indonesiana merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan kebudayaan nasional serta memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui Festival Nene Mallomo ke-3 ini, diharapkan semangat pelestarian budaya lokal semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga warisan leluhur tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter daerah.

Continue Reading

Trending