Connect with us

Gubernur Andi Sudirman Borong Produk UMKM Bulukumba

Published

on

Kitasulsel, Bulukumba– Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memborong beberapa produk UMKM yang tampil di acara Hari Jadi Kabupaten Bulukumba.

Sejumlah produk UMKM menarik perhatian orang nomor satu di Sulsel itu. Seperti, produk kerajinan pajangan bentuk kapal Pinisi,
anyaman daun lontar dan ecoprint kulit dari produk Rumah Kerajinan Atap Konjo, serta sejumlah produk makanan.

“Kami meninjau pameran UMKM di Pantai Merpati. Banyak produk unggulan dari berbagai kecamatan di Bulukumba yang dipamerkan,” ujarnya.

Gubernur Sudirman mengatakan pihaknya akan terus mendorong peningkatan dan pengembangan produk UMKM.

Salah satunya menghadirkan program fasilitasi sertifikasi gratis bagi UMKM.

“Kita terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produk UMKM. Selama tahun 2022,

kita telah memberikan fasilitasi sertifikasi gratis kepada 1.450 UMKM,

Sertifikasi halal, sertifikat merek, dan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga,” jelasnya.

Turut hadir, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras; Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ina Kartika Sari; Anggota DPRD Ayu Andira, Isnayani, A., Anwar Purnomo,

Mochtar Mappatoba, Mizar Roem, dan Muhtar Badewing. Serta Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf; Wakil Bupati Bulukumba, A. Edy Manaf.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending