Connect with us

Gelar Apel Pagi, Camat Rappocini Sampaikan 3 Poin Penting

Published

on

Kitasulsel, Makassar–-Pelaksanaan Apel Pagi Kecamatan Rappocini Kota Makassar yang rutin dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Rappocini di Jl. Teduh Bersinar No. 9 Makassar, Senin (06/02/2023).

Bertindak sebagai Pembina Apel Camat Rappocini M. Aminuddin, S.Sos., M.AP dan dihadiri oleh seluruh pegawai ASN dan Laskar Pelangi Lingkup Pemerintahan Kecamatan Rappocini.

Dalam Sambutannya, Aminuddin menyampaikan 3 Poin penting dalam apel yaitu mengenai,

1. Disiplin

Dengan sikap disiplin akan membuat aktifitias kita dapat terorganisir dan terstruktur dengan baik. Adapun 3 sikap disiplin yang harus dimilik oleh ASN dan Laskar Pelangi yaitu disiplin waktu, disiplin pakaian dan disiplin pengelolaan keuangan.

2. Pelayanan

Pelayanan terhadap warga masyarakat harus sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pelayanan Publik secara profesinal dan tertib adminsitras, sehingga tidak ada keluhan masyarakat di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan.

3. Sukseskan Program Pemerintah Kota Makassar

Sebentar para Lurah se-Kota Makassar akan dikumpulkan untuk menerima bimbingan teknis pelaksanaan dan penyaluran komuditas Pasar Murah, jadi seluruh Kelurahan se-Kota Makassar akan melaksanakan Pasar Murah di Kontainer Makassar Recover masing-masing dalam rangka menekan inflasi.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending