Connect with us

Bupati Sidrap Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj PD DDI

Published

on

Kitasulsel,Sidrap – Pengurus Daerah Darud Da’wah Wal Irsyad (PD DDI) Kabupaten Sidrap melaksanakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Ahad (5/2/2023).

Peringatan berlangsung di Masjid Agung Pangkajene, dihadiri Bupati Sidrap, H. Dollah Mando.

Ketua Umum Pengurus Besar DDI, AG Prof. Dr. H. Andi Syamsul Bahri Andi Galigo, hadir sebagai pembawa hikmah isra mikraj.

Ketua PD DDI Sidrap, Muhammad Yasin mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dua momen.

“Selain momen isra mikraj itu sendiri, juga momen peringatan Hari Lahir ke-78 Darud Dakwah Wal Irsyad,” terangnya.

Sementara Bupati Sidrap dalam sambutannya mengatakan, peringatan isra mikraj akan berhasil jika amalan-amalan di dalamnya bisa diterapkan.

“Salat misalnya, baik yang wajib atau sunnah agar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” lontar Dollah.

Ia menambahkan, untuk mencari ridha Allah SWT, dibutuhkan usaha dan perjuangan.

“Dan jangan lupakan selalu berdoa, karena doa merupakan salah satu bentuk keseriusan kita,” kuncinya.

Acara tersebut turut dihadiri Kakan Kemenag Sidrap, Imam Besar serta Pengelola Masjid Agung Pangkajene, serta undangan lainnya.

Tampak pula para santri perwakilan satuan pendidikan di bawah naungan DDI di Kabupaten Sidrap.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Munafri Tekankan Toleransi dan Harmoni di Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026

Published

on

Kitasulsel–Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan merawat kebersamaan dalam keberagaman saat menghadiri pagelaran Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Sulawesi, tepatnya di perempatan Jalan Timor, Sabtu (28/2/2026) sore, dalam suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan lintas etnis dan agama.

Munafri menyampaikan bahwa Festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, melainkan telah menjadi simbol kuat persatuan masyarakat Kota Makassar.

“Kegiatan ini telah menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi di Kota Makassar,” ujar Munafri.

Menurutnya, penyelenggaraan festival tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. Perpaduan dua perayaan sarat makna tersebut dinilai menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan masyarakat Makassar.

“Tahun ini, penyelenggaraan festival terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. Tema yang diangkat, ‘Harmony in Light’, menggambarkan perpaduan indah antara cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadan,” jelasnya.

Tema tersebut, lanjut Munafri, mengandung pesan mendalam bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat dalam harmoni dan toleransi. Cahaya lampion dan cahaya spiritual Ramadan menjadi simbol bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam semangat saling menghormati.

Pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan bahwa sejak dahulu Makassar dikenal sebagai kota yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. Masyarakatnya hidup berdampingan dengan semangat saling menghormati, menghargai, dan menjaga satu sama lain.

“Nilai-nilai inilah yang terus kita pelihara agar kota ini tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi kepada Permabudhi, seluruh panitia, relawan, serta masyarakat yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menilai festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan pelaku industri kreatif di Kota Makassar.

Melalui Festival Jappa Jokka Cap Go Meh, Pemerintah Kota Makassar juga berupaya memperkuat citra Makassar sebagai kota wisata budaya yang kaya tradisi dan kearifan lokal.

Munafri berharap festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Momentum kebersamaan seperti ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberagaman adalah anugerah. Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, kita dapat menjaga kedamaian serta membangun Kota Makassar menjadi kota yang maju, inklusif, dan harmonis,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending