Connect with us

RSUD Nene Mallomo Terima Penghargaan Kementerian Sosial

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – RSUD Nene Mallomo, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, menerima penghargaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Rabu (1/2/2023).

Perhargaan diberikan sebagai apresiasi atas dukungan RSUD Nene Mallomo dalam kegiatan operasi katarak yang digelar Desember 2022 lalu.

Operasi katarak tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional tahun 2022.

Kepala Sentra Gau Mabaji Kemensos, Subhan Kadir menyerahkan penghargaan kepada Direktur RSUD Nene Mallomo, drg. Hj. Sahriah Usman.

Subhan menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap khususnya RSUD Nene Mallomo dan Dinas Sosial yang menyukseskan operasi katarak tersebut.

“Terima kasih atas partisipasi Kabupaten Sidrap, khususnya RSUD Nene Mallomo dan Dinas Sosial Sidrap yang menjadi mitra kami dalam menyukseskan kegiatan operasi katarak ini,” ujar Subhan.

Ditambahkannya, operasi katarak dilaksanakan Kemensos dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional tahun 2022.

Penyerahan penghargaan yang berlangsung di ruang kerja Direktur RSUD Nene Mallomo, itu juga dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Sidrap, Hj. Nurhidayah.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending