Connect with us

Apresiasi Kehadiran Gramedia, Danny Pomanto : Tingkatkan Minat Baca Anak Makassar

Published

on

KItasulsel, Makassar– Gramedia Mall Store Pettarani resmi hadir di Makassar, tepatnya di Jalan Andi Pangerang Pettarani. Rencananya, Grand Opening akan dilakukan, Kamis 2 Februari 2023 mendatang.

Kehadirannya di Makassar disambut baik oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto saat tim Gramedia yang dipimpin langsung oleh Store Manager Gramedia Pettarani, Immanuel Larashusodo datang berkunjung ke kediaman wali kota, Selasa (31/1/2023).

Kunjungannya itu bertujuan meminta kesediaan Danny Pomanto menjadi orang pertama membuka secara resmi Gramedia Mall Store Pettarani.

“Tentunya saya orang yang paling berbahagia dengan peresmian nantinya Gramedia Store ini. Uniknya, dia berdiri sendiri tanpa gandeng mall,” ucap Danny.

Danny mengungkapkan kehadiran store ini bisa membantu warga Makassar untuk meningkatkan minat bacanya dengan cara yang modern. Dengan begitu, pencerdasaan generasi penerus di Makassar bisa lebih nyata.

Apalagi konsep yang diusung Gramedia kali ini sangat berbeda dan unik. Memiliki dua lantai yang dipenuhi daya tarik mural. Mural ini identik dengan Makassar serta memiliki cerita sendiri.

Tak hanya itu, Gramedia Mall Store Pertarani juga memiliki ruang tersendiri untuk warga Makassar yang ingin menuangkan inspirasi.

“Jadi kita punya ruang inspirasi tersendiri. Mural-mural yang memenuhi dinding juga bisa membuat pengunjung lebih terinspirasi dan nyaman,” tambah, Immanuel, Store Manager Gramedia Mall Store Pettarani.

Senada dengan Danny, Immanuel berharap kehadiran Gramedia bisa menjadi salah satu jalan untuk mencerdaskan warga Makassar lewat membaca dan mengeksplore ilmu.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending