Connect with us

Anggota Satpol PP BKO Kecamatan Makassar Lakukan Patroli Rutin dan Teguran Kepada Para PK5 dan Anjal Gepeng

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Anggota Satpol PP BKO Kecamatan Makassar melakukan Patroli rutin serta memberikan teguran kepada para PK5 dan anjal gepeng dibahu jalan di wilayah Kecamatan Makassar Kota Makassar, Selasa (31/01/2023), pukul 10: 18 wita.

Kegiatan patroli rutin. Anggota Satpol PP BKO Kecamatan Makassar ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum.

Anggota Satpol PP BKO Kecamatan Makassar melakukan Patroli rutin serta Peneguran PK5 dan anjal gepeng yang berada di jalan wilayah Kecamatan Makassar Kota Makassar

Diantaranya, Jalan. Mongisidi dan Veteran Selatan, Kelurahan Maricaya Baru dan Mardekaya Selatan, Kecamatan: Makassar, Kota Makassar.

Situasi, Dihimbau untuk merapikan jualannya Aman Terkendali. (My)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

OSO Soal Jet Pribadi untuk Menag: Tidak Ada yang Dilanggar

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA, — Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang(OSO), menyatakan fasilitas jet pribadi yang digunakan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadiri peresmian Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tidak melanggar aturan.

Menurut OSO, penggunaan fasilitas tersebut wajar karena berkaitan dengan undangan kegiatan keagamaan.

“Tidak ada salahnya. Kami yang mengundang. Beliau hadir untuk meresmikan masjid dan membacakan doa. Salahnya di mana?” ujar OSO saat dihubungi, Selasa (24/2/2026).

OSO menegaskan, kehadiran Nasaruddin tidak berkaitan dengan tugas kedinasan Kementerian Agama, melainkan memenuhi undangan peresmian rumah ibadah.

Dilaporkan ke KPK

Sebelumnya, Nasaruddin telah melaporkan penggunaan fasilitas jet pribadi itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).

Nasaruddin menjelaskan, ia menggunakan jet milik OSO karena keterbatasan penerbangan komersial pada malam hari. Ia juga harus kembali ke Jakarta untuk persiapan sidang isbat keesokan paginya.

“Jam 11 malam sudah tidak ada penerbangan. Sementara besok pagi harus kembali karena ada persiapan sidang isbat,” kata Nasaruddin di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (23/2).

Ia menyebut pelaporan tersebut sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Proses Analisis

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan lembaganya akan melakukan analisis atas laporan tersebut.

“Tim akan memeriksa kelengkapan laporan dan melakukan analisis sebelum memutuskan status pemberian fasilitas itu,” ujar Budi.

Ia menambahkan, KPK dapat meminta keterangan tambahan dari pihak-pihak terkait apabila diperlukan dalam proses klarifikasi.

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara fasilitas pribadi dan potensi gratifikasi bagi pejabat negara. KPK menegaskan akan menelaah laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Continue Reading

Trending