Connect with us

BPBD Sidrap Salurkan Ratusan Paket Bantuan Korban Banjir

Published

on

Kitasulsel,Sidrap – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap menyalurkan 280 paket bantuan bagi korban banjir di Kelurahan Wette’e dan Desa Teteaji, Jumat (27/1/2023).

Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, H. Sudarmin mengatakan, ratusan paket berupa logistik Dana Siap Pakai (DSP) diserahkan di dua lokasi dan disaksikan oleh pemerintah setempat, serta TNI-Polri.

Di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, terdapat 280 rumah yang terdampak banjir. Adapun bantuannya sebanyak 188 paket.

“Paket tersebut berupa selimut BNPB, matras BNPB, beras 5kg, minyak goreng, gula lasir, sarden, teh celup, mie instan, kecap manis,” ujarnya.

Sementara di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, sebanyak 92 paket bantuan diserahkan kepada para korban banjir.

“Total ada 280 paket bantuan yang kita serahkan di dua lokasi banjir di Kabupaten Sidrap,” tandasnya.

Seperti diketahui, meskipun sudah surut, saat ini air masih merendam rumah-rumah warga di dua lokasi tersebut akibat luapan Danau Tempe dan Danau Sidenreng beberapa waktu lalu.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Wujudkan Senyum Sehat Anak Lewat Program Healthier Smile Phase 8

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memperkuat kolaborasi strategis guna mewujudkan senyum sehat anak melalui program Healthier Smile Phase 8.

Sinergi ini melibatkan Save the Children (STC), Celosia Marennu Indonesia, serta Mars Snacking Foundation. Kegiatan kick off Phase 8 dirangkaikan dengan rapat pembentukan Working Group berlangsung di Aula Bapperida Luwu Timur, Malili, Rabu (29/04/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Program Healthier Smile ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah sangat krusial untuk memastikan standar kesehatan anak-anak sekolah terpenuhi secara merata,” ujarnya.

Ia berharap program ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan masif yang mampu mengubah perilaku hidup sehat anak secara berkelanjutan.

Sementara itu, Program Manager STC, Robert Nufninu, menjelaskan bahwa Phase 8 tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperkuat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Melalui penguatan UKS, kita memastikan promosi kesehatan dilakukan secara intensif agar pola hidup sehat dapat diterapkan secara konsisten oleh para siswa,” jelasnya.

District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, menambahkan bahwa cakupan sekolah dampingan terus meningkat. Dari 21 sekolah pada Phase 7, kini bertambah menjadi 25 sekolah pada Phase 8, terdiri dari 2 SLB, 2 madrasah, dan 21 SD negeri.

Program Healthier Smile sendiri merupakan gerakan berbasis sekolah yang mengintegrasikan promosi kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) serta edukasi pelestarian lingkungan bagi anak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kementerian Agama Luwu Timur, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta tim pelaksana dari STC dan Celosia.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Luwu Timur berharap mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.

Continue Reading

Trending