Connect with us

534 Jamaah An Nur Travel dan JRW Tiba Di Tanah Air,Bunyamin Yapid:Alhamdulillah,Kita Lanjut Bersiap Untuk Memberangkatkan 1000 Lebih Jamaah

Published

on

Kitasulsel—-Makassar—-Sebanyak 534 jamaah an nur travel dan JRW tiba kembali di tanah air,kloter 16 Januari ini tiba di Bandara internasional Sultan Hasanuddin Maros Jumat sore 27/01/2023.

Jamaah umrah kloter 16 Januari ini tiba di bandara sultan Hasanuddin dengan menggunakan pesawat carter milik lion air dari lion grup.

CEO PT An Nur Maarif H Bunyamin Yapid LC MA yang melepas jamaah grup 16 Januari di bandara King Abdul Azis Jedda mengungkapkan rasa syukurnya atas tibanya kembali jamaah di tanah air.

“Alhamdulillah,tim An nur  sudah mengabarkan jamaah kloter 16 Januari sudah tiba dengan selamat di tanah air,534 yang kami berangkatkan,Alhamdulillah 534 pula yang kembali ke tanah air,atas kuasa Allah semua berjalan dengan sangat baik,tutur Bunyamin Yapid.

Pemegang gelar LC dari Universitas Al Azhar Kairo ini menambahkan bahwa suksesi tim an nur menghandel 534 jamaah ini merupakan bekal untuk memghandel grup Akbar berikutnya.

“Kami melihat pengalaman tim An Nur di Indonesia dan di Arab ini semakin solid,kami bertahap memberangkatkan 300an jamaah,lalu 500an jamaah dan kerna ini sukses dan lancar maka kami optimis pemberangkatan berikutnya yang menurut data base dari tim Indonesia jamaah yang tergabung dalam grup Akbar umrah bersama Ustadz Abdol Somad sudah mencapai kurang lebih 1000 jamaah,bisa berhasil sesuai dengan apa yang kita harapkan,tegasnya.

Diketahui pada bulan Februari mendatang An Nur travel dan JRW akan kembali memberangkatkan kurang lebih 1000 jamaah dalam sekali keberangkatan ,Pemberangkatan ini tergabung dalam grup umrah Akbar bersama ustad Abdol Somad.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Mendes Yandri Pastikan Kopdes Merah Putih Tidak Matikan Warung Kecil dan BUMDes

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kecil maupun toko kelontong di desa, meskipun nantinya berperan sebagai penyalur berbagai komoditas bersubsidi dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Yandri, pemerintah tengah menyusun aturan teknis operasional Kopdes Merah Putih agar implementasinya dapat berjalan tanpa mengganggu pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi bagian penting perekonomian desa.

“Kopdes Merah Putih insya Allah tidak akan mematikan warung-warung kecil atau warung kelontong yang ada di desa. Nanti akan diatur sedemikian rupa, sehingga semuanya tetap hidup dan tetap kuat,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan, penyusunan regulasi teknis tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Tadi diminta Pak Menko Pangan satu bulan kami dikasih waktu. Insya Allah Agustus sudah selesai,” katanya.

Selain melindungi usaha warung kecil, Yandri juga memastikan Kopdes Merah Putih tidak akan mengganggu keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, kedua lembaga tersebut justru akan saling melengkapi dalam mengembangkan perekonomian desa.

Sebagai contoh, apabila BUMDes mengelola desa wisata, maka Kopdes dapat berperan menyediakan berbagai kebutuhan pendukung bagi aktivitas usaha tersebut.

“Jadi ini kerja sama saja, kolaborasi antara BUMDes dan Kopdes. Tidak akan saling mengadakan dan tidak akan saling menjatuhkan, justru saling menguatkan,” tegasnya.

Yandri menambahkan, Kopdes Merah Putih dirancang untuk mendukung berbagai unit usaha yang telah berjalan di desa sehingga tercipta sinergi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi salah satu saluran distribusi berbagai komoditas bersubsidi dari pemerintah.

Komoditas tersebut meliputi LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, bantuan pangan, hingga beras. Selain itu, Kopdes juga akan berfungsi sebagai off-taker hasil pertanian petani sekaligus menjadi pelaksana operasi pasar di tingkat desa.

Menurut Zulkifli Hasan, Kopdes Merah Putih bukanlah supermarket, melainkan infrastruktur ekonomi yang dibangun pemerintah di desa untuk memperkuat distribusi barang dan layanan kepada masyarakat secara lebih efektif dan merata.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih mampu memperkuat ekonomi desa tanpa menggeser pelaku usaha yang telah ada, sekaligus menciptakan kolaborasi yang sehat antara koperasi, BUMDes, dan usaha mikro di tingkat desa.

Continue Reading

Trending