Connect with us

Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel bersama Kapolres Sidrap dan Ketua Bhayangkari Resmikan Klinik Pratama

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel AKBP Drs. Muh. Idrus,MM bersama Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah,SIK, Ketua Bhayangkari Ny. Siska Erwin Syah dan Dokter melakukan peresmian Penggunaan Gedung baru Klinik Pratama Polres. Kamis (26/1/2023).

Peresmian penggunaan gedung baru Klinik Pratama Polres Sidrap dimulai dengan dilakukannya penggutingan pita oleh Kapolres Sidrap, Dokter, Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel tanda dimulainya penggunaan Klinik Pratama Polres Sidrap.

Dalam sambutannya, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Yusuf Mawadi, MM melalui Kasubdit Dokpol Polda Sulsel AKBP Drs. Muh. Idrus menyampaikan bahwa, Peresmian Klinik ini dilakukan untuk percepatan kesehatan terhadap masyarakat.

“Dengan dilakukannya peresmian Klinik Pratama Polres Sidrap ini, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi Personel, Keluarga personel dan masyarakat”, Ujar Kasubdit Dokpol

Sementara, Kapolres Sidrap menyampaikan bahwa, Klinik Pratama Polres Sidrap ini membuka pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum dan personel Polres Sidrap sendiri.

“Semoga dengan di resmikannya Klinik Pratama Polres Sidrap ini bisa menjadi suntikan positif dan bisa berguna bagi masyarakat, personel dan keluarga Personel”, Harap Kapolres. (win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Satu JCH Asal Soppeng Batal Berangkat, Hamil 10 Pekan Tak Penuhi Syarat Terbang

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Satu Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Soppeng dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci setelah hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan yang bersangkutan tengah hamil dengan usia kandungan 10 pekan.

Kabupaten Soppeng tergabung dalam Kelompok Penerbangan (Kloter) 1 Embarkasi Makassar yang masuk ke Asrama Haji Sudiang pada Selasa (21/4/2026) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.

Total jamaah dalam Kloter 1 tercatat sebanyak 387 orang, terdiri dari 386 jamaah asal Soppeng dan satu orang dari Makassar. Namun, jumlah tersebut berkurang setelah satu jamaah dinyatakan tidak layak berangkat.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ikbal Ismail, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Jadi kami baru dapat info setelah pemeriksaan kesehatan, ada satu jamaah hasil pemeriksaannya positif hamil. Kloter 1 dari Kabupaten Soppeng,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan pembatalan keberangkatan diambil setelah adanya surat resmi dari tim kesehatan yang menyatakan jamaah tersebut tidak layak terbang karena usia kehamilan yang masih terlalu dini.

“Sudah ada surat dari kesehatan bahwa jamaah tersebut tidak layak terbang karena hamil 10 minggu,” jelasnya.

Ketentuan mengenai kelayakan jamaah haji yang sedang hamil sendiri telah diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan. Dalam aturan tersebut, hanya jamaah dengan usia kehamilan antara 16 hingga 24 minggu yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan udara dalam rangka ibadah haji.

“Artinya, usia kehamilan di bawah 16 minggu tidak layak terbang, begitu pula di atas 24 minggu. Yang diperbolehkan adalah antara 16 sampai 24 minggu,” tambahnya.

Akibat pembatalan tersebut, jumlah jamaah Kloter 1 pun mengalami pengurangan. Sementara itu, upaya penggantian jamaah dalam waktu singkat menghadapi kendala karena terbatasnya waktu menjelang jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

Continue Reading

Trending