Connect with us

Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel bersama Kapolres Sidrap dan Ketua Bhayangkari Resmikan Klinik Pratama

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel AKBP Drs. Muh. Idrus,MM bersama Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah,SIK, Ketua Bhayangkari Ny. Siska Erwin Syah dan Dokter melakukan peresmian Penggunaan Gedung baru Klinik Pratama Polres. Kamis (26/1/2023).

Peresmian penggunaan gedung baru Klinik Pratama Polres Sidrap dimulai dengan dilakukannya penggutingan pita oleh Kapolres Sidrap, Dokter, Kasubdit Dokpol Biddokes Polda Sulsel tanda dimulainya penggunaan Klinik Pratama Polres Sidrap.

Dalam sambutannya, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Yusuf Mawadi, MM melalui Kasubdit Dokpol Polda Sulsel AKBP Drs. Muh. Idrus menyampaikan bahwa, Peresmian Klinik ini dilakukan untuk percepatan kesehatan terhadap masyarakat.

“Dengan dilakukannya peresmian Klinik Pratama Polres Sidrap ini, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi Personel, Keluarga personel dan masyarakat”, Ujar Kasubdit Dokpol

Sementara, Kapolres Sidrap menyampaikan bahwa, Klinik Pratama Polres Sidrap ini membuka pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum dan personel Polres Sidrap sendiri.

“Semoga dengan di resmikannya Klinik Pratama Polres Sidrap ini bisa menjadi suntikan positif dan bisa berguna bagi masyarakat, personel dan keluarga Personel”, Harap Kapolres. (win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending