Connect with us

Kapolres Sidrap dan Ketua Bhayangkari Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolsek Baranti, Maritengngae dan Panca Lautang

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Usai pimpin upacara serah terima jabatan, Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah,SIK didampingi oleh Ketua Cabang Bhayangkari Ny. Siska Erwin Syah menghadiri acara kenal pamit Kapolsek Maritengngae, Baranti dan Panca Lautang.

Kenal pamit Kapolsek Maritengngae dari Pejabat Lama Andi Mappahaerul kepada pejabat baru IPTU H.Alwi, S.Pd,.M.Si, Kapolsek Panca Lautang dari pejabat lama AKP Muhammad Irsal,SH kepada pejabat baru AKP Fatahuddin,SH.,M.Hum serta Kapolsek Baranti dari Pejabat Lama IPTU Amran Adam dengan pejabat baru AKP Mursalim,S.Sos.,MH.

Dalam acara tersebut masing-masing pejabat yang mutasi tugas menyampaikan pesan dan kesan baik dari pejabat lama maupun dari pejabat baru yang sekaligus melakukan perkenalan diri.

Dalam sambutannya, Kapolres Sidrap mengucapkan terimakasih kepada para pejabat lama atas kerjasamanya selama ini di Polres Sidrap dan semoga sukses di tempat yang baru.

“Untuk pejabat baru, diucapkan selamat datang, mohon berkoordinasi yang baik dengan pejabat lama, apa program program yang sudah baik agar dilanjutkan atau diteruskan, kalau bisa prestasinya ditingkatkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan juga silahkan cepat menyesuaikan”, ujar Kapolres.

“Mari kita bersama-sama menjaga Kabupaten Sidrap agar situasi kamtibmas tetap kondusif dan Selalu bersinergi untuk maju bersama munuju polri yang presisi”, Terang Kapolres. Rabu (25/1/2023).

Diakhir, Kapolrea Sidrap bersama Ketua Bhayangkari memberikan cendramata kepada pajabat lama Kapolsek Mappahaerul, Kapolsek Baranti dan Kapolsek Panca Lautang. (win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Menag Prof. Nasaruddin Umar Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal MUI

Published

on

Kiatsulsel—Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menghadiri kegiatan Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia, bertempat di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu malam 15/04/2026.

Kehadiran Menag dalam acara tersebut menegaskan posisinya yang tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai ulama yang memahami secara mendalam nilai-nilai keagamaan. Hal ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan peran strategis sebagai Menteri Agama di tengah keberagaman Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Nasaruddin Umar menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan momentum penting untuk memperbaiki hubungan antarsesama.

“Halal Bihalal adalah ruang untuk meluruskan kembali hubungan, menghalalkan kembali yang sempat tersimpan di hati. Dari sinilah ukhuwah tumbuh, baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada MUI dan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam atas kontribusi besar mereka dalam perjalanan bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Menurutnya, ormas Islam dan para ulama memiliki peran strategis yang tidak tergantikan, tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial.

“Dalam banyak situasi, ormas dan ulama bukan hanya menjadi pengingat nilai, tetapi juga menjadi penggerak solusi. Jejaknya mungkin tidak selalu tercatat dalam statistik, tetapi terasa dalam ketahanan sosial bangsa,” ungkapnya.

Menag juga menyoroti pentingnya peran ormas Islam di tengah tantangan global, disrupsi informasi, dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, MUI disebutnya sebagai penuntun arah dan penjaga keseimbangan di tengah keberagaman.

“Pemerintah memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis yang tidak tergantikan. Kami berharap ormas tetap menjadi perekat umat, penyejuk di tengah perbedaan, serta kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Menag menyampaikan pesan kebersamaan melalui pantun yang sarat makna, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat kepercayaan, dan merawat persatuan.

“Jika ulama dan negara bersatu, damai negeri sepanjang masa,” tuturnya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan, dihadiri oleh para pimpinan ormas Islam, alim ulama, serta tokoh-tokoh nasional, sebagai simbol kuatnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga keutuhan dan martabat bangsa.

Continue Reading

Trending