Connect with us

Gubernur Sulsel Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Dipimpin Mendagri

Published

on

Kitasulsel, Jakarta– Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti rapat koordinasi (Rakoor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa, 24 Januari 2023.

Rakoor ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Kepala Daerah dan Forkopimda seluruh Indonesia yang digelar sebelumnya. Sehingga, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan menggelar Rakoor.

Tito Karnavian paparannya berdasarkan dari arahan Presiden dalam hal pengendalian inflasi, yaitu, pertama para Kepala Daerah diminta memantau langsung untuk terjun di lapangan serta berhati-hati dalam mengatur tarif PDAM maupun angkutan umum.

“Yang di daerah, kita harus turun langsung di lapangan, jangan hanya di belakang meja terima laporan, turun cek sehingga tahu persis angkanya berapa, terutama komoditas penyumbang inflasi,” kata Mendagri Tito Karnavian.

Selanjutnya, Pemda diminta untuk turut serta menurunkan kemiskinan extrem sampai target 0 persen pada 2024. Ketiga mendorong Kepala Daerah untuk turunkan stunting dibawah 14 persen di tahun 2024.

Terkait hal ini, Gubernur Sulsel menyatakan terkait kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi perhatian utama. “Karena kedua hal ini, baik stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi arahan Bapak Presiden kita,” sebut Andi Sudirman.

Selanjutnya Keempat, Tito meminta segera selesaikan dua masalah besar investasi yakni kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) dan persetujuan bangunan gedung (PBGD).

Selanjutnya Kelima, maksimalkan pengelolaan keuangan daerah dengan bangun dana abadi dan pastikan APBD dibelanjakan untuk produk produk buatan dalam negeri.
“Jadi tahun ini infrastruktur sudah bisa E-katalog lokal. Termasuk untuk irigasi dan pertanian,” sebut Andi Sudirman.

Ke enam susun rencana induk master plan penataan kota dan juga penekanan visi-misi yang dapat menunjukkan keunggulan dan keunikan dari setiap daerah.

Serta dua poin lainnya, yang ke tujuh yaitu menjaga stabilitas politik dan keamanan Pemilu 2024 serta ke delapan  jaminan kebebasan beragama.

Adapun Sulsel, secara tahunan, inflasi Sulsel pada Desember 2022 tekanan inflasi melemah, tercatat sebesar Rp 5,77 persen (y-on-y), lebih rendah dari inflasi November 2022 (6,00 persen y-on-y)

Upaya yang yang dilaksanakan melalui TPID Provinsi Sulsel dengan program kerjasama dengan toko ritel untuk memperpendek jalur distribusi, Program Benih Mandiri, pengadaan gabah/beras untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP), pasar murah/gelar pangan murah dan operasi pasar dan pengembanan pertanian keluarga.

Adapun program penanganan dampak inflasi di Sulsel tahun 2022. Untuk bantuan sosial Rp 2 miliar, penciptaan lapangan kerja Rp 10,5 miliar dan Subsisi Transfortasi Umum Rp 2,5 miliar.

“Berbagai upaya yang dilakukan bersama Pemerintah Pusat, termasuk dengan Forkopimda, pemerintah daerah dan stake holder lainnya. Merupakan upaya kita mengantisipasi dampak inflasi yang menjadi tantangan Indonesia dan dunia saat ini,” pungkas Andi Sudirman. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Gubernur Sulsel Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ribuan Insan Transportasi di Makassar

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menaruh perhatian khusus kepada para insan transportasi yang memiliki peran penting dalam menjaga mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

Hal tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ribuan insan transportasi se-Sulawesi Selatan di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Minggu (15/3/2026).

Momentum ini menjadi simbol kebersamaan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan para pekerja sektor transportasi yang selama ini berperan penting dalam melayani mobilitas masyarakat di jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan bahwa para pengemudi transportasi, mulai dari ojek online, taksi online, taksi reguler, bentor atau becak, pete-pete, bus antar kota dalam provinsi (AKDP), hingga pengemudi truk merupakan bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Kegiatan ini juga sekaligus silaturahmi dengan teman-teman insan transportasi. Bahkan kami menyiapkan sekitar 5.000 paket sembako yang bisa dibawa pulang untuk keluarga di rumah,” ujarnya.

Menurut Andi Sudirman, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus berupaya memperkuat sektor transportasi melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan, serta kebijakan yang mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan para pelaku transportasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan transportasi yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

“Tentu kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan transportasi. Saya juga berpesan agar senantiasa menjaga keselamatan dalam berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending