Connect with us

Terjatuh dari Perahu Saat Menyeberang di Sungai Je’neberang, Basarnas Sulsel Bergerak Cari Korban

Published

on

Kitasulsel, Gowa—Satriani (37), seorang perempuan yang merupakan penumpang perahu penyeberangan dilaporkan tenggelam setelah terjatuh dari perahu saat berada di tengah sungai Jene’berang menuju Taeng, Palangga, Gowa, Minggu (22/1/2023) siang.

Korban sebelumnya menaiki perahu bersama penumpang lainnya dari Mallengkeri Makassar dan hendak menyeberangi sungai Je’neberang menuju Taeng Kabupaten Gowa.

Namun, saat perahu tengah dalam perjalanan, korban terjatuh dan tenggelam.

Menerima laporan ini, Kepala Kantor Basarnas Sulsel Djunaidi mengerahkan Tim Rescue Basarnas Sulsel untuk melakukan pencarian.

“Tim kami kerahkan ke lokasi untuk secepatnya melakukan pencarian”, jelasnya.

Adapun Tim Rescue Basarnas Sulael menuju lokasi dengan membawa perahu karet dan peralatan selam, serta peralatan pendukung lainnya.

Saat ini tim sudah berada di lokasi dan melakukan pencarian bersama potensi sar yang juga sudah beradadi lokasi.

“Semoga korban bisa segera ditemukan”, harap Djunaidi.(My)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending