Connect with us

Monitoring Pencegahan KPK, Nilai MCP Pemprov Sulsel Naik Tiga Tahun Terakhir

Published

on

Kitasulsel, Makassar – Capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Koordinasi Supervisi Bidang Pencegahan KPK RI, pada Pemprov Sulsel tahun 2022 dengan nilai 93,63. Sulsel berada pada urutan ke-11 dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Artinya, capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui tata kelola pemerintah daerah di Pemprov Sulsel terus menunjukkan perbaikan.

“Hal ini disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di akun Facebook, Rabu (18/1/2023).

Ia mengemukakan, falam tiga tahun terakhir, nilai MCP Pemprov Sulsel mengalami peningkatan signifikan dari 70,64 di tahun 2020, naik 84,93 di tahun 2021 dan 93,63 di tahun 2022.

Peningkatan ini juga membuat nilai MCP Pemprov Sulsel dalam dua tahun terakhir sudah di atas rata-rata nasional.

“Pencapaian ini tentunya berkat kerjasama semua elemen di Pemprov Sulsel, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi program kerja. Serta pendampingan dari KPK, Kejaksaan, Kepolisian, BPK dan BPKP, sebagai upaya pencegahan korupsi pada tata kelola pemerintah daerah dalam pembangunan di Sulsel,” kata Andi Sudirman.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Tekankan Peran Bersama Cegah Narkoba, Edukasi Generasi Muda Jadi Prioritas

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda menjadi fokus dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII yang digelar di Hotel Grand Town Makassar, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar tersebut menghadirkan Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Nasir Rurung, S.Sos., dengan mengusung tema “Peran Pemerintah untuk Menjaga Kualitas Generasi Muda Jauh dari Lingkungan Bahaya dan Peredaran Narkoba di Kota Makassar.”

Acara dipandu moderator Ir. Mukbil M. Nur dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan sebagai wadah edukasi sekaligus dialog mengenai pentingnya membangun lingkungan yang bebas dari narkoba.

Dalam sambutannya, Muhammad Nasir Rurung menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang tidak dapat ditangani hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan melalui edukasi, penguatan peran keluarga, serta kolaborasi lintas sektor.

“Melindungi generasi muda dari bahaya narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Nasir Rurung.

Ia menambahkan, kegiatan pengawasan tersebut bertujuan memastikan program-program pemerintah benar-benar memberikan manfaat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi generasi penerus bangsa.

Narasumber kedua, Alifian Mudhary, S.IP., menjelaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pembinaan karakter, pengawasan orang tua, serta edukasi sejak usia dini menjadi fondasi utama dalam melindungi anak-anak dan remaja dari pengaruh negatif.

“Pencegahan akan lebih efektif apabila masyarakat memiliki kepedulian untuk saling mengingatkan dan berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya,” kata Alifian.

Ia juga menilai generasi muda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas, prestasi, serta mengikuti berbagai kegiatan positif agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan.

Sementara itu, narasumber Dedy Kurniawan mengingatkan bahwa peredaran narkoba kini semakin berkembang dengan berbagai modus, termasuk memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyasar kalangan pelajar maupun pemuda.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi benteng utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Sinergi antara pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan,” tegas Dedy.

Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu moderator Ir. Mukbil M. Nur. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari langkah aman melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba hingga strategi pemerintah dalam menarik minat generasi muda mengikuti kegiatan positif.

Menjawab pertanyaan tersebut, para narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan jalur pelaporan resmi kepada aparat berwenang dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Selain itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan sekolah, komunitas, organisasi kepemudaan, serta berbagai program pembinaan di bidang olahraga, seni, keterampilan, dan kewirausahaan sebagai upaya membangun karakter generasi muda.

Melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi investasi penting dalam menjaga kualitas generasi muda sekaligus mewujudkan masa depan Kota Makassar yang lebih baik.

Continue Reading

Trending