Connect with us

Dewan Andi Hadi Ibrahim Meminta Dinkes Makassar Wadahi Perseteruan BPJS dan Klinik Carebellum

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Kisruh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Klinik Carebellum telah dimediasi DPRD Makassar lewar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar mewadahi perseteruan BPJS dan Klinik Carebellum. Itu, setelah dilakukan RDP mendengar keluhan pasien Klinik Carebellum.

“Kami telah mengeluarkan rekomendasi agar Dinas Kesehatan menyelesaikan masalah antara BPJS dan klinik Cerebellum Makassar,” jelas Hadi Ibrahim, Rabu (18/1).

Apalagi, klinik ini sudah sangat dipercaya warga Kota makassar, utamanya orang-orang difabel yang telah berobat di klinik tersebut,” tambahnya.

Berdasarkan informasi, perwakilan BPJS dan Klinik Carebellum kembali bertemu di Kantor Dinas Kesehatan. Kata Ustad Hadi, pihaknya hanya menunggu hasil pertemuan tersebut. Intinya BPJS harus mengembalikan kontrak kerja sama dengan Klinik Carebellum.

“Kami menunggu saja hasil rapat yang ditengahi oleh Kadinkes Makassar hari ini yang jelasnya DPRD minta kerjasama disambung kembali,” ungkapnya.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS Sulsel: 1 dari 5 Rumah Tangga Miliki Mobil, Sidrap Tertinggi 27,38 Persen

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa satu dari lima rumah tangga di Sulsel telah memiliki mobil atau kendaraan roda empat/lebih. Data tersebut menunjukkan adanya disparitas tingkat kepemilikan kendaraan antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, hingga karakteristik wilayah.

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi di Sulsel, yakni mencapai 27,38 persen. Artinya, lebih dari seperempat rumah tangga di daerah tersebut telah memiliki kendaraan roda empat.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo dengan persentase 27,08 persen, disusul Luwu Timur sebesar 24,18 persen. Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan di Sulsel berada di peringkat keempat dengan tingkat kepemilikan mobil sebesar 23,16 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bahkan di kota terbesar sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.

Pada kelompok menengah, tingkat kepemilikan mobil berada di kisaran 18 hingga 22 persen. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Soppeng, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.

Di sisi lain, sejumlah wilayah masih mencatatkan angka kepemilikan mobil di bawah 15 persen. Kabupaten Jeneponto menjadi daerah dengan tingkat kepemilikan terendah, yakni 10,67 persen. Disusul Takalar sebesar 11,45 persen dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Ini berarti, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari satu dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.

Data BPS ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, kualitas infrastruktur, serta kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah. Di banyak wilayah Sulsel, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat sehari-hari.

Perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan ini juga dapat menjadi indikator daya beli masyarakat sekaligus gambaran perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menjadikan data tersebut sebagai rujukan dalam perencanaan kebijakan transportasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Continue Reading

Trending