Connect with us

534 Jamaah Umrah An Nur Travel Berangkat Menuju Makassar,Kakandep Sidrap:An Nur Travel Bikin Kita Bangga Sebagai Orang Sidrap

Published

on

Kitasulsel—-Sidrap—-Rombongan jamaah Umrah PT An Nur Maarif (An nur travel dan JRW ) sebanyak 534 jamaah hari ini 15/01/2023 berangkat menuju makassar untuk kemudian diberangkatkan menuju tanah suci mekka dan madina,rombongan kloter 16 Januari 2023 ini dilepas langsung oleh Kepala kantor Kementrian Agama(Kakandep) kabupaten sidrap DR. Muhammad Idris Usman, S.Ag,.MA

Dalam sambutannya dihadapan ratusan jamaah umrah An nur travel dan JRW yang berasal dari berbagai kabupaten di sidrap menekankan keberadaan travel milik H Bunyamin Yapid LC MA ini sebagai icon umrah di bumi nene Mallomo.

“Bicara umrah asal sidrap pasti tidak lepas dari An nur travel dan JRW,keberadaan an nur travel di kabupaten sidrap ini menjadikan kami di kementrian agama mendapatkan predikat sebagai kementrian agama yang paling so Force dalam penyelenggaraan umrah,jadi tidak salah jika An Nur travel ini adalah kebanggan sidrap dan kebanggan kita bersama.

Lebih lanjut orang nomor satu di kementrian agama kabupaten sidrap ini juga merasa prosesi keberangkatan An nur travel selalu buat kita merinding dan penuh keharuan.

“Tiap kali saya melepas jamaah umrah an nur travel ini saya selalu merasa ada sesuatu yang lain,Masumange sedding”semoga lain kesempatan saya tidak hanya melepas jamaah an nur ini tapi bisa menjadi bagian dari jamaah,tutupnya.

Keberangkatan 534 jamaah ini selanjutnya akan di istirahatkan di asrama haji sudiang yang dan se lanjutkan akan di gelar manasik umrah akbar di aula Asrama haji.

Diketahui seluruh jamaah akan diberangkatkan menuju tanah suci mekka dan madina pada tanggal 16 Januari pagi dengan menggunakan maskapai penerbangan lion air dengan sistem carter flaigh.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Minta Pesparawi Nasional 2026 Padukan Kesemarakan dan Pendalaman Spiritual

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta agar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 tidak hanya tampil meriah secara seremonial, tetapi juga menghadirkan pendalaman spiritual yang kuat bagi seluruh peserta dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan arahan dalam Kick Off Pesparawi Nasional XIV di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut Menag, keberhasilan sebuah perhelatan keagamaan ditentukan oleh keseimbangan antara kemeriahan festival dan penghayatan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Satu sisi harus ada kesemarakan, pada sisi lain juga harus ada pendalamannya. Kesemarakan tanpa penghayatan itu mubazir, tetapi penghayatan tanpa kesemarakan itu tidak meriah. Jadi dua-duanya harus berbanding lurus,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menjelaskan, aspek kesemarakan penting untuk menghadirkan suasana meriah yang dapat dirasakan masyarakat luas. Mulai dari hadirnya umbul-umbul, tata cahaya, pakaian seragam peserta, hingga geliat ekonomi masyarakat melalui pasar kaget dan aktivitas pendukung lainnya.

Namun demikian, Menag mengingatkan agar panitia maupun kontingen tidak larut dalam kemeriahan fisik semata. Pesparawi, kata dia, harus menjadi momentum resakralisasi kehidupan beragama sekaligus ruang untuk menyentuh dimensi batin umat.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga mengajak para pimpinan gereja aras nasional dan tokoh lintas agama untuk terus memperkuat semangat moderasi beragama dengan menitikberatkan pada pencarian titik temu antarkelompok dan antarumat beragama.

“Moderasi beragama itu adalah biarkan yang berbeda itu tetap berbeda, dan biarkan yang sama itu sama. Toleransi sesungguhnya bukan berusaha memaksakan persamaan pada sesuatu yang berbeda, dan juga bukan memaksakan perbedaan pada sesuatu yang sebenarnya sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menag mengibaratkan kemajemukan Indonesia sebagai sebuah karya seni atau lukisan kontras yang indah dan bernilai tinggi dari Tuhan. Keindahan itu lahir dari perpaduan berbagai warna dan perbedaan yang hidup berdampingan secara harmonis.

Karena itu, melalui momentum Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan dan menjaga harmoni kebangsaan.

“Jangan kita mengacak-acak lukisan Tuhan bernama Indonesia ini. Justru keberagaman itulah yang membuat bangsa ini indah dan kuat,” pungkas Nasaruddin Umar.

Continue Reading

Trending