Connect with us

KBB TMI akan Gelar Pengukuhan dan Raker Pengurus, Danny Pomanto Titip Jagai Anakta Diperkuat

Published

on

Kitasulsel, Makassar-–Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto menitipkan program jagai anakta diperkuat di seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu diungkapkan saat Kerukunan Keluarga Besar Taman Makassar Indah (KKB TMI) Kelurahan Bangkala, Manggala melakukan kunjungan ke Danny untuk meminta kehadirannya dalam kegiatan pengukuhan dan rapat kerja pengurus KKB TMI.

Danny meminta pada moment Rapat Kerja (Raker) nantinya ada satu sesi untuk membahas bagaimana teknis program Jagai Anakta di lingkungan Taman Makassar Indah.

“Kita baru berduka kemarin anak kita menjadi korban penculikan dan pembunuhan akibat pelaku akan menjual organ dalamnya. Saya minta kita bahas bersama,” ucapnya, di Balai Kota, Rabu (11/1/2023).

Apalagi kata Danny, KKB TMI ini berisikan masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya.

“Masalah sosial seperti ini harus kita bahu-membahu untuk mengawasi dan menyelesaikan bersama. Kekuatan masyarakat menjadi penentu,” tuturnya.

Danny berharap seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah kota menjadikan program jagai anakta sebagai atensi penting untuk diperhatikan.

“Sebentar lagi saya akan kumpulkan guru-guru dan kepala sekolah karena korban dan pelaku kemarin ini masih status pelajar. Harus kita kerjasama,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS Sulsel: 1 dari 5 Rumah Tangga Miliki Mobil, Sidrap Tertinggi 27,38 Persen

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa satu dari lima rumah tangga di Sulsel telah memiliki mobil atau kendaraan roda empat/lebih. Data tersebut menunjukkan adanya disparitas tingkat kepemilikan kendaraan antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, hingga karakteristik wilayah.

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi di Sulsel, yakni mencapai 27,38 persen. Artinya, lebih dari seperempat rumah tangga di daerah tersebut telah memiliki kendaraan roda empat.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo dengan persentase 27,08 persen, disusul Luwu Timur sebesar 24,18 persen. Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan di Sulsel berada di peringkat keempat dengan tingkat kepemilikan mobil sebesar 23,16 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bahkan di kota terbesar sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.

Pada kelompok menengah, tingkat kepemilikan mobil berada di kisaran 18 hingga 22 persen. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Soppeng, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.

Di sisi lain, sejumlah wilayah masih mencatatkan angka kepemilikan mobil di bawah 15 persen. Kabupaten Jeneponto menjadi daerah dengan tingkat kepemilikan terendah, yakni 10,67 persen. Disusul Takalar sebesar 11,45 persen dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Ini berarti, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari satu dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.

Data BPS ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, kualitas infrastruktur, serta kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah. Di banyak wilayah Sulsel, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat sehari-hari.

Perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan ini juga dapat menjadi indikator daya beli masyarakat sekaligus gambaran perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menjadikan data tersebut sebagai rujukan dalam perencanaan kebijakan transportasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Continue Reading

Trending