Connect with us

Kecamatan Mamajang Gelar Musrembang Perdana di Kelurahan Sambung Jawa

Published

on

Kitasulsel, Makassar-–Berbagai Usulan Unggulan yang menjadi Prioritas Rencana pembangunan warga Sambung Jawa di diskusikan dan disepakati untuk di Majukan dalam Musrembang Kecamatan.

Sekretaris Camat Mamajang A. Asdhar, SH didampingi Lurah Sambung Jawa Ince Kumala Chaeruddin membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) tingkat Kelurahan Sambung Jawa di Baruga Sambung Jawa Jalan Tanjung Alang (Senin,09/01/2023).

Pada kesempatan ini A. Asdhar menyampaikan bahwa Musrenbang ini merupakan musyawarah pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati usulan-usulan skala prioritas. Kemudian di implementasikan dengan program – program kegiatan Pemerintah Kota Makassar pada tahun yang akan datang.

“Dalam kegiatan Musrenbang ini juga dihadiri oleh beberapa SKPD yakni Bappeda Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Dinas Perhubungan Kota Makassar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Kesra Kota Makassar,” katanya.

“Juga melibatkan Ketua LPM Sambung Jawa, Pengurus PKK Sambung jawa , Pj RT RW, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda Seklurahan Sambung Jawa,” ujar A. Asdhar.

Kelurahan Sambung Jawa pada tahun 2019 tercatat 13.169 jiwa. Memiliki luas sekitar ± 0,389 Km. (Maya)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending