Connect with us

Camat Ujung Tanah Membuka Musrenbang Tingkat Kelurahan Camba Berua

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said.S.IP.,M.Si didampingi Lurah Camba Berua Achmad Irianto. SE dan Ketua LPM Camba Berua dan Ketua Forum LPM. Kecamatan Ujung Tanah, membuka Kegiatan Musrenbang Tingkat Kelurahan Camba Berua. Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Senin
09 Januari 2023

Dalam Sambutanya Camat Ibrahim Chaidar Said.S.IP .M.Si Mengatakan Bahwa usulan-usulan yang di buat saat pra Musrenbang, menjadi skala prioritas,Musrenbang itu adalah bagaimana persoalan-persoalan utama yang ada dikelurahan.

“Hal itu menjadi skala prioritas, karena kita memiliki sumber daya yang terbatas,” ujarnya.

Camat Ibrahim juga menambahkan bahwa hal hal yang disepakati akan di Bawa di Musrenbang tingkat Kecamatan, dan di bawa ke Musrenbang Tingkat Kota.“jadi adapun hal-hal yang nantinya akan disepakati dalam Musrembang ini maka akan dibawa ke Tingkat Kecamatan dan kami akan bawa akhirnya ke Musrenbang Tingkat Kota

Dalam Kegiatan ini, dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Makassar DAPIL II H. Rahmat Taqwa Qurais Ketua Komisi A. Bappeda Kota Makassar sebagai Narasumber Dinas PU, Dinas Perhubungan, Kesbangpol, Perusda Kota Makassar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemud,.Ketua LPM Kelurahan Camba Berua dan RT/RW Kelurahan Camba Berua.(Andis)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Aspirasi Perubahan Menggema di Muktamar NU 2026, Prof. Nazaruddin Umar Dinilai Mampu Bawa NU Mendunia

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, dukungan terhadap Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 terus menguat dari berbagai daerah, terutama dari kawasan Indonesia Timur.

Sejumlah tokoh dan kader NU menilai sosok Nazaruddin Umar memiliki kapasitas yang lengkap untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Selain dikenal sebagai ulama, akademisi, dan cendekiawan Muslim, ia juga dinilai memiliki pengalaman organisasi yang panjang serta mampu menjembatani berbagai kalangan di lingkungan Nahdliyin.

Dalam materi sosialisasi yang beredar di kalangan warga NU, Prof. Nazaruddin Umar disebut sebagai kader NU yang telah aktif sejak masa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian berkiprah di PWNU Sulawesi Selatan hingga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PBNU.

Selain rekam jejak organisasi, pengalamannya sebagai pengasuh pesantren, akademisi, serta pernah menjabat Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi nilai tambah yang dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.

Pendukungnya juga menilai Prof. Nazaruddin Umar memiliki jaringan internasional yang luas serta pengalaman dalam membangun dialog keagamaan di tingkat nasional maupun global. Hal itu dianggap menjadi modal penting untuk membawa NU semakin berperan di panggung dunia tanpa meninggalkan akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Salah satu poin yang banyak disuarakan adalah besarnya dukungan dari wilayah luar Pulau Jawa, khususnya Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Mereka berharap kepemimpinan PBNU ke depan semakin mampu mengakomodasi aspirasi warga NU di berbagai daerah dan memperkuat pemerataan pembangunan organisasi.

Para pendukung juga menilai NU memerlukan kepemimpinan yang dekat dengan akar rumput, memahami dinamika daerah, serta mampu memperkuat persatuan warga Nahdliyin di tengah berbagai tantangan zaman.

Dalam materi dukungan tersebut turut disampaikan harapan agar NU dipimpin oleh sosok yang memiliki wawasan keilmuan luas, pengalaman organisasi yang matang, kepemimpinan yang merakyat, dan mampu menjaga kemandirian organisasi.

“NU membutuhkan energi baru, kepemimpinan yang merakyat, serta arah organisasi yang lebih visioner agar mampu menjawab tantangan masa depan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam materi kampanye dukungan tersebut.

Meski demikian, penentuan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 sepenuhnya akan menjadi kewenangan para peserta Muktamar NU 2026 melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.

Muktamar NU mendatang diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, termasuk memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang moderat, inklusif, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan perdamaian dunia.

Continue Reading

Trending