Connect with us

Kepala BKAD Takalar Dahlan Djalamang Sebut 10 OPD Belum Selesaikan Anggaran Kas

Published

on

Kitasulsel, Takalar-–Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Takalar Dahlan Djalamang menegaskan hingga Jumat, (6/1) masih ada 10 Organisasi Perangkat Daerah dalam jajaran Pemda Takalar yang belum menyelesaikan anggaran kas. Anggaran Kas Pemerintah Daerah guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA- SKPD yang telah disahkan.

”Sampai hari Jumat kemarin masih ada 10 OPD yang belum menyelesaikan anggaran kas. Memang Betul APBD Tahun Anggaran 2023 sudah disahkan, namun karena masih terdapat sejumlah OPD yang belum menyelesaikan anggaran kas sehingga saat ini sementara penyusunan kas setiap OPD, setelah semua OPD menyelesaikan anggaran kas barulah DPA dibagikan kepada masing-masing OPD,” tegas Dahlan.

Sementara itu, Konsultan Hukum Pemda Takalar, MS Baso SH menjelaskan sesuai Permendagri No. 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2023, memiliki tahapan dan jadwal proses. Seperti misalnya pada 9 Desember yang dimaksudkan adalah tanggal persetujuan bersama Rancangan Perda APBD 2023 yang selanjutnya dibawa ke Pemprov Sulsel untuk dilakukan evaluasi Rancangan APBD.

Semua rekomendasi hasil evaluasi kemudian ditindaklanjuti dimasa perbaikan. Sehingga APBD 2023 baru bisa final di 30 Desember 2022. Memasuki bulan Januari 2023 masuk ke tahapan penyusunan anggaran kas oleh masing-masing OPD.

“Jadi semuanya on the track, APBD bukan diutak atik, tapi dilakukan evaluasi,” tegas Baso. (*)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Wamenag Minta Publik Tak Terburu-buru Kaitkan Insiden MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) H.R. Muhammad Syafi’i mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan insiden ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Menurutnya, penyebab peristiwa tersebut harus diselidiki secara menyeluruh sebelum diambil kesimpulan.

Pernyataan itu disampaikan Romo Muhammad Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa memiliki latar belakang yang berbeda sehingga membutuhkan proses penyelidikan yang objektif.

“Peristiwa seperti di MAN 3 Padang harus ditelusuri terlebih dahulu. Jangan langsung memberikan kesimpulan sebelum diketahui apa yang sebenarnya memicu kejadian tersebut,” ujarnya.

Romo mencontohkan, pernah terjadi kasus ledakan serupa di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan aksi radikalisme. Namun, setelah dilakukan pendalaman, penyebabnya justru berkaitan dengan persoalan psikologis pelaku, bukan karena motif ideologi.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum sebelum menyebarkan asumsi atau spekulasi.

Menurut Wamenag, insiden tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar lebih memperhatikan kondisi psikologis dan sosial para peserta didik.

“Ini harus menjadi peringatan bagi kita yang bertanggung jawab terhadap pendidikan untuk lebih memahami apa yang sebenarnya dihadapi oleh para pelajar kita,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga siswa dapat belajar, berkembang, serta mempersiapkan masa depan tanpa terdorong melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Wamenag juga menilai seluruh kemungkinan penyebab insiden perlu didalami secara komprehensif. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat faktor-faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut, sehingga proses investigasi harus dilakukan secara menyeluruh.

“Masyarakat sebaiknya melihat peristiwa ini secara utuh, tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan dugaan, perasaan, atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang dilaporkan tetap berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar berinisial R pada Selasa (14/7/2026). Aparat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta penyebab pasti peristiwa tersebut.

Continue Reading

Trending