Connect with us

Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Rusak di Makassar

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Rumah warga di Kota Makassar diterjang angin puting beliung pada Rabu (04/01/2022). Akibatnya, material rumah seperti atap pun rusak.

Adapun jumlah rumah yang rusak gegara angin puting beliung sebanyak 25 unit. Rinciannya, 16 rumah di Kecamatan Tallo dan tujuh rumah di Tamalanrea.

“Dampak cuaca ekstrim mengakibatkan beberapa atap rumah warga kelurahan Kaluku Bodoa terangkat,” ungkap Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin.

Ancha–sapaan akrabnya menyebut kejadian itu ada di beberapa kelurahan di Kecamatan Tallo. Salah satunya adalah Rappoawa dengan jumlah rumah yang rusak ialah 4 unit.

“2 rusak berat, 2 rusak ringan, 1 pohon tumbang yang membahayakan karena ada instalasi listrik kabel yang akan putus,” tambah Ancha.

Bahkan, ungkap Ancha, terdapat korban yang tertimpa runtuhan material rumah rusak tersebut.

Untungnya penanganan cepat dilakukan dan telah dirawat di Puskesmas Kaluku Bodoa.
“Korban atas nama Dg Ewa sudah dipulangkan dan sudah di obati di Puskesmas Kaluku Bodoa,” tutup Ancha.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Tekankan Pengelolaan Sampah Jelang Idulfitri 2026

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya pengelolaan sampah selama Ramadan kepada pemerintah kecamatan, khususnya pada hari-hari menjelang Hari Raya Idulfitri.

Arahan tersebut disampaikan Munafri saat melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Masjid Fathul Jihad, Kecamatan Tallo, Selasa (3/3/2026), dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar.

Munafri menjelaskan, intensitas ruang-ruang interaksi ekonomi masyarakat selama Ramadan meningkat signifikan. Kondisi ini berdampak pada peningkatan konsumsi masyarakat yang berbanding lurus dengan bertambahnya volume produksi sampah.

“Karena intensitas kegiatan tinggi, tentu ada dampak yang ikut bertambah. Salah satunya adalah sampah. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta camat, lurah, serta ketua RT/RW mengantisipasi potensi tumpukan sampah yang biasanya meningkat hingga akhir Ramadan. Terlebih pada masa mendekati Lebaran, terdapat kemungkinan sebagian petugas kebersihan mudik ke kampung halaman.

Munafri menegaskan agar pemerintah kecamatan memperhatikan pengaturan jadwal dan penanggung jawab kebersihan dengan persiapan matang sejak jauh hari, sebelum hingga setelah Lebaran.

“Jangan sampai karena petugasnya pulang kampung, kita berlebaran dengan tumpukan sampah di sekitar kita. Ini harus diatur betul dari sekarang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga momentum Idulfitri tidak diwarnai persoalan sampah yang menumpuk.

“Jangan sampai di hari Lebaran kita lebih sibuk mengurus sampah daripada bersilaturahmi dengan keluarga. Ini perlu perhatian bersama,” harapnya.

Continue Reading

Trending