Connect with us

Tetap Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Untuk Sulsel Bagian Barat dan Tengah, Dimulai Besok!

Published

on

KITASULSEL—-MAKASSAR—-Memasuki tahun 2023, cuaca di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah berangsur membaik bahkan dua hari pertama di awal tahun matahari sudah menampakkan diri.

Meski begitu, namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Kota Makassar memastikan cuaca buruk belum berakhir untuk wilayah Sulsel.

Tepat pukul 18.00 Wita, BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini untuk perakiraan cuaca di wilayah Sulsel bagian barat dan tengah, dimana diperkirakan akan dilanda cuaca ekstrem yakni hujan dengan intensitas yang lebat hingga gelombang laut yang tinggi.

Peringatan dini yang berlaku mulai tanggal 3 Januari besok hingga tanggal 9 Januari mendatang ini akan melanda sejumlah daerah seperti Kota Parepare, Kabupaten Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto hingga Bantaeng.

Dalam rilisnya, BMKG menyebutkan penyebab cuaca ekstrem tersebut dikarenakan terdapat pertemuan arus angin di sekitar bagian Sulsel menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Untuk itu, pihak BMKG menghimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dengan dampak bencana yang bisa saja ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending